Ambil Langkah Rightsizing, Indosat Ooredoo Hutchison PHK 300 Karyawan

- Sabtu, 24 September 2022 | 13:51 WIB
Ambil langkah rightsizing, Indosat Ooredoo Hutchison PHK 300 karyawan. (AyoIndonesia/Istimewa)
Ambil langkah rightsizing, Indosat Ooredoo Hutchison PHK 300 karyawan. (AyoIndonesia/Istimewa)

SINAR HARAPAN - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap lebih dari 300 karyawannya. Hal tesebut dilakukan seiring dengan adanya inisiatif rightsizing pada perusahaan.

Director & Chief of Human Resources Officer IOH, Irsyad Sahroni, mengatakan inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif yang diharapkan dapat menjadi langkah strategis perusahaan.

Irsyad mengatakan bahwa langkah rightsizing ini telah berjalan lancar dan 95 persen karyawan yang terkena dampak telah menyetujui tawaran tersebut sedangkan sisanya masih mempertimbangkan tawaran tersebut.

Baca Juga: Persaingan Semakin Ketat, Elnusa (ELSA) Tawarkan Jasa Penunjang Migas Terintegrasi

Diketahui, paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Irsyad mengatakan pihaknya telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. Semua telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini. Oleh karena itu, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keperluan perusahaan ke depan.

“Inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif yang diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Saham Indomie Naik Karena Boyband WayV? Cek Faktanya!

Sebelumnya pada Februari 2020, Indosat melakukan PHK terhadap 677 karyawannya. Gelombang PHK pada 2020 diikuti dengan membengkaknya beban pesangon pemutusan kontrak kerja. Pos tersebut menyumbang beban sampai Rp340,53 miliar sepanjang 2020, naik 518,73 persen secara tahunan dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp55,03 miliar.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: Bisnis.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat! Beli Minyakita Kini Wajib Pakai KTP

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:05 WIB

Kurs Rupiah Melemah Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:38 WIB

IHSG Dibuka Melesat Pagi Ini

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:35 WIB
X