• Selasa, 27 September 2022

Suku Bunga Naik, Yield Obligasi Negara Ritel Ikut Naik

- Jumat, 23 September 2022 | 18:02 WIB
Obligasi Negara Ritel (ORI) ( : Istimewa)
Obligasi Negara Ritel (ORI) ( : Istimewa)

SINAR HARAPAN - Obligasi menjadi instrumen investasi yang menarik kala suku bunga tinggi, bahkan tidak hanya di indonesia, pada pasar Amerika Serikat pun minat investor terhadap obligasi lebih besar ketimbang emas.

Pada hari kemarin, Kementerian Keuangan menetapkan imbal hasil atau kupon Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) 2022 seri ORI022 sebesar 5,95 persen bersifat fixed (tetap) per tahun.

Imbal hasil tersebut naik 1,05 persen dibandingkan Obligasi Negara Ritel ORI021 yang diterbitkan sebelumnya pada awal tahun 2022 yang memiliki imbal hasil hanya sebesar 4,9 persen.

Baca Juga: Air Asia Malaysia Rangkul Ojol Dengan Gaji Tetap, Akan Buka Peluang di Indonesia November Mendatang

Apabila dibandingkan suku bunga acuan BI yang pada Kamis 22 September 2022 naik 50 basis poin atau 0,5%, dari 3,75% jadi 4,25%, imbal hasil ORI022 memiliki selisih (spread) lebih tinggi 1,7% atau 170 basis poin.

Setelah dipotong pajak obligasi, imbal hasil bersih ORI022 masih 5,35%, jauh lebih tinggi dari rata-rata bunga bersih deposito perbankan yang setelah dikurangi pajak 20% jadi 2,66%.

Perlu diketahui, imbal hasil ORI022 bersifat fixed rate yang berarti besaran imbal hasil tidak akan naik ataupun turun hingga jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 mendatang.

Baca Juga: Direktur UNTR Jadi Dewan Komisaris ARKO

Masa penawaran SBN Ritel seri kelima di 2022 ini berlangsung mulai Senin, 26 September hingga Kamis, 20 Oktober 2022. Nilai pemesanan akan ditetapkan pemerintah pada 24 Oktober dan settlement (mulai penghitungan kupon) pada 26 Oktober 2022. Pembayaran kupon pertama ORI022 dilakukan 15 Desember 2022 (long coupon).

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: Bareksa, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tol Baru Bawa Untung Besar Untuk Jasa Marga

Senin, 26 September 2022 | 18:09 WIB

Bursa Asia Kebakaran, Saham RAFI Melesat 22,43 Persen

Senin, 26 September 2022 | 17:58 WIB

Rumor Kudeta Xi Jinping Makin Viral, Bursa Asia Ambruk

Senin, 26 September 2022 | 17:37 WIB

IHSG Anjlok, Saham ENZO Terus Ngegas

Senin, 26 September 2022 | 12:17 WIB

HIPMI Ingatkan Pengusaha Potensi Nikel di Sulawesi

Senin, 26 September 2022 | 08:48 WIB

Harga Beras Naik, Mendag: Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Senin, 26 September 2022 | 08:27 WIB
X