• Jumat, 30 September 2022

Rupiah Kembali Melemah di Tengah Kenaikan Suku Bunga The Fed dan BI

- Jumat, 23 September 2022 | 11:02 WIB
Rupiah kembali melemah di tengah kenaikan suku bunga The Fed dan BI (hallobogor)
Rupiah kembali melemah di tengah kenaikan suku bunga The Fed dan BI (hallobogor)

SINAR HARAPAN - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat 23 September 2022 kembali melemah di tengah kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia.

Rupiah melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp15.026 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.023 per dolar AS. Pada kurs tengah BI, rupiah berada pada level Rp15.033 per dolar AS sedangkan pada pasar spot, rupiah berada pada level Rp15.030 per dolar AS.

Dilansir dari ANTARA, Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Revandra Aritama, mengatakan bahwa pelemahan rupiah di pagi ini masih terpengaruh oleh kebijakan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin.

Baca Juga: Wall Street Melemah, Saham Tesla, Amazon, dan Nvidia Terjun Bebas

Target suku bunga kebijakan The Fed sekarang berada di level tertinggi sejak 2008 dan proyeksi baru menunjukkannya naik ke kisaran 4,25-4,5 persen pada akhir tahun ini dan berakhir 2023 di 4,5-4,75 persen.

Revandra menambahkan bahwa pelemahan ini masih terkendali menyusul kebijakan BI yang menaikkan nilai suku bunga sebesar 50 bps. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi inflasi lokal yg diperkirakan akan naik menyusul kenaikan harga BBM.

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Baca Juga: TIMM G20, Menperin: Era Revolusi Industri 4.0, Sektor Industri Beroperasi Jarak Jauh

Bank Indonesia turut meningkatkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari tiga persen menjadi 3,5 persen dan 4,5 persen menjadi lima persen.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Raih 8 Penghargaan, Saham TINS Mulai Balik Arah

Jumat, 30 September 2022 | 19:50 WIB

IHSG Tertatih-tatih, Saham BAPA dan FIRE Meroket

Jumat, 30 September 2022 | 13:16 WIB

Aktivitas Manufaktur China Kembali Bangkit

Jumat, 30 September 2022 | 10:14 WIB

OPEC+ Pangkas Produksi Bulan Depan, Harga Minyak Merosot

Jumat, 30 September 2022 | 09:59 WIB

Harga Emas Semakin Volatil, Ada Apa?

Jumat, 30 September 2022 | 09:16 WIB

Maudy Ayunda: B20 Wariskan Program Berkelanjutan

Jumat, 30 September 2022 | 08:45 WIB

INA dan Allianz Danai Traveloka Rp4,5 Triliun

Kamis, 29 September 2022 | 21:07 WIB

Inflasi Pangan di Inggris Cetak Rekor Tertinggi

Kamis, 29 September 2022 | 15:25 WIB
X