• Jumat, 30 September 2022

Harga Emas Naik, Aksi Putin Mengalahkan Kekhawatiran Suku Bunga The Fed

- Jumat, 23 September 2022 | 09:50 WIB
Karyawan menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta.  (Antara/Galih Pradipta)
Karyawan menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta. (Antara/Galih Pradipta)

SINAR HARAPAN - Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan pagi ini Jumat 23 September 2022. Harga emas Antam (ANTM) ikut terkerek naik sebesar Rp4.000. Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan kebijakan The Fed yang kembali mengerek suku bunga.

Dilansir dari situs Logam mulia, harga pecahan satu gram emas Antam (ANTM) pada harga yang dicetak pada hari ini Jumat 23 September 2022 seharga Rp941.000 naik Rp4.000 dibandingkan harga yang dicetak kemarin Kamis 22 September 2022 Rp937.000 per gram.

Sementara itu, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$5,40 atau 0,32 persen, ditutup pada harga US$1.681,10 per ons. Harga emas diperdagangkan pada rentang level tertinggi pada US$1.693,50 per ons dan level terendah di US$1.663,30 per ons.

Baca Juga: Sempat Anjlok dari Harga Rp1.400, Saham UFOE Kembali Menguat

Kenaikan suku bunga The Fed dikalahkan oleh sentimen perang di Ukraina yang mengerek naik harga emas sebagai aset Safe-Haven. Hal ini didorong oleh ketakutan akan terjadinya perang dunia setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil 300.000 tentara cadangan untuk berperang dan mendukung rencana guna mencaplok bagian-bagian negara itu. Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa pihak Rusia siap untuk menggunakan senjata nuklir.

Putin mengatakan dia telah menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial, yang menekankan bahwa "operasi militer khusus" di Ukraina bukanlah hanya sekedar gertakan semata.

Ditambah lagi peringatan Putin yang mengatakan bahwa Moskow akan merespons dengan kekuatan seluruh persenjataannya jika Barat melanjutkan apa yang disebutnya sebagai "nuclear blackmail".

Baca Juga: TIMM G20, Menperin: Era Revolusi Industri 4.0, Sektor Industri Beroperasi Jarak Jauh

Namun demikian, kekuatan dalam dolar AS, didorong oleh kenaikan suku bunga 75 basis poin Federal Reserve pada Rabu, menjadi sentimen yang tetap membebani pergerakan emas. Ini adalah ketiga kalinya bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin tahun ini.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: logammulia.com, Trading View, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Raih 8 Penghargaan, Saham TINS Mulai Balik Arah

Jumat, 30 September 2022 | 19:50 WIB

IHSG Tertatih-tatih, Saham BAPA dan FIRE Meroket

Jumat, 30 September 2022 | 13:16 WIB

Aktivitas Manufaktur China Kembali Bangkit

Jumat, 30 September 2022 | 10:14 WIB

OPEC+ Pangkas Produksi Bulan Depan, Harga Minyak Merosot

Jumat, 30 September 2022 | 09:59 WIB

Harga Emas Semakin Volatil, Ada Apa?

Jumat, 30 September 2022 | 09:16 WIB

Maudy Ayunda: B20 Wariskan Program Berkelanjutan

Jumat, 30 September 2022 | 08:45 WIB

INA dan Allianz Danai Traveloka Rp4,5 Triliun

Kamis, 29 September 2022 | 21:07 WIB

Inflasi Pangan di Inggris Cetak Rekor Tertinggi

Kamis, 29 September 2022 | 15:25 WIB
X