• Rabu, 5 Oktober 2022

Rupiah Tembus Rp15.000, Kenaikan Suku Bunga The Fed Perkuat Dolar AS

- Kamis, 22 September 2022 | 09:59 WIB
Rupiah tembus Rp15.000, kenaikan suku bunga The Fed perkuat Dolar AS  (Mediusnews/Istimewa)
Rupiah tembus Rp15.000, kenaikan suku bunga The Fed perkuat Dolar AS (Mediusnews/Istimewa)

SINAR HARAPANKurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah menembus Rp15.000 per dolar AS usai The Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga.

Rupiah pagi ini melemah 19 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp15.016 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.997 per dolar AS. Pada kurs tengah BI, rupiah berada pada level Rp15.011 sedangkan pada pasar spot, rupiah berada pada level Rp15.038.

Dilansir dari ANTARA, pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah akan mendapatkan tekanan dari dolar AS hari ini dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 bps dini hari tadi dan sikap The Fed yang masih akan mempertahankan pengetatan moneter hingga inflasi AS turun signifikan.

Baca Juga: BI Mulai Beraksi, Akankah Agresif Kerek Suku Bunga Seperti The Fed?

Kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed ini, membuat Dolar AS melonjak ke level tertinggi baru dalam dua dekade. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mencapai level tertinggi baru 20 tahun di 111,63 setelah kenaikan suku bunga Fed, dan terakhir naik 0,7 persen pada 110,97.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berjanji bahwa ia dan sesama pembuat kebijakan akan terus berjuang untuk mengalahkan inflasi, ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat poin persentase untuk ketiga kalinya berturut-turut dan mengisyaratkan bahwa biaya pinjaman akan terus meningkat tahun ini.

Target suku bunga kebijakan The Fed sekarang berada di level tertinggi sejak 2008 dan proyeksi baru menunjukkannya naik ke kisaran 4,25-4,50 persen pada akhir tahun ini dan berakhir 2023 di 4,50-4,75 persen.

Baca Juga: Abaikan Laporan Pengangguran dan PDB, The Fed Kerek Lagi Suku Bunga

"Dengan keputusan baru ini pasar akan mereposisi portofolio investasinya untuk sementara waktu dan mungkin menarik diri dari aset berisiko sehingga rupiah bisa ikut melemah," ujar Ariston.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Freeport Tambah Investasi US$18,6 Miliar, Untuk Apa?

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Siang Ini 4 Oktober 2022, Rupiah Menguat Tipis

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Provinsi DIY Catat Inflasi Terendah Se-Pulau Jawa

Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:42 WIB
X