Luar Biasa! Saham Properti SMDM Paling Untung di Tengah Ancaman Suku Bunga Tinggi

- Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB
ilustrasi sektor properti (Bonsernews.com/ilustrasi)
ilustrasi sektor properti (Bonsernews.com/ilustrasi)

SINAR HARAPAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 20 September 2022 ditutup menguat tipis 0,02 persen atau sebesar 1,46 poin ke level 7.196,95.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini terdapat 203 saham yang menguat, 328 saham melemah, dan 165 saham stagnan.

Dari 203 saham yang menguat, emiten properti Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), mencetak keuntungan paling besar dan menjadi pemimpin jajaran top gainers pada perdagangan hari ini.

Saham SMDM naik 20,57 persen ke harga Rp422, tercatat sebanyak 302,1 juta saham SMDM diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp120,04 miliar. Pergerakan harga terpantau pada rentang Rp348 dan Rp428 pada hari ini.

Penguatan tersebut otomatis mencatatkan lonjakan harga saham SMDM sebesar 123,28 persen dalam sebulan.

Sejak tanggal 6 September, harga saham SMDM memang telah naik menembus level resistance terdekat yang berada pada level Rp210. Meskipun sempat terkoreksi keesokan harinya, harga saham SMDM terus memejit naik hingga hari ini yang ditutup menguat ke level Rp422.

Perlu diketahui, penguatan emiten properti di saat kenaikan suku bunga sangatlah luar biasa. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen merupakan risiko yang cukup menghambat pertumbuhan sektor tersebut.

Hal tersebut disebabkan oleh besarnya beban bunga pinjaman yang dikenakan kepada produsen sektor properti. Belum lagi bunga kredit yang ikut terkerek naik dan menjadi beban konsumen menjadikan kebanyakan konsumen untuk menunda pembelian properti sampai suku bunga kembali melandai.

Meskipun begitu, pada semester I 2022 kinerja SMDM cukup memuaskan. Laba bersih SMDM tercatat meroket 98,71 persen menjadi Rp83,42 miliar ditopang perolehan penjualan sebesar Rp313,88 miliar atau naik 27,85 persen. Kedua data tersebut terhitung secara year-on-year.

Hingga akhir semester I-2022, SMDM mampu menekan total liabilitas menjadi Rp463,52 miliar dari Rp523,99 miliar per 31 Desember 2021. Sedangkan total ekuitas tercatat meningkat menjadi Rp2,88 triliun dari Rp2,78 triliun per akhir Desember 2021.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X