• Senin, 28 November 2022

China Longgarkan Lockdown, Prospek Permintaan Minyak Mulai Cerah

- Selasa, 20 September 2022 | 09:56 WIB
Ilustrasi Minyak mentah (Ghina Atika/https://id.pinterest.com/pin/376332112606290639/)
Ilustrasi Minyak mentah (Ghina Atika/https://id.pinterest.com/pin/376332112606290639/)

SINAR HARAPAN - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan pagi ini Selasa 20 September 2022. Pasar menimbang prospek permintaan di tengah pelonggaran tindakan lockdown Covid di China dan ancaman resesi.

Tercatat pada akhir perdagangan hari ini, minyak mentah berjangka WTI ditutup naik 0,25 persen ke harga US$84,56 per barel, harga minyak berbalik menguat setelah menentuh level support terdekat yang berada pada level US$82,08.

Minyak mentah jenis Brent pun turut menguat dengan penguatan sebesar 0,71 persen ke harga US$92 per barel. Harga minyak Brent telah menguat sejak tanggal 8 September, walau sempat terkoreksi pada tanggal 15 September ke harga US$ 90,81 tetapi harga tersebut masih di atas level support yang berada pada level US$88 per barel.

Baca Juga: Prancis Kirim Gas Ke Jerman, Indeks DAX Naik Tipis

Sentimen positif pada harga minyak didorong oleh pelonggaran pembatasan COVID di kota-kota besar di China yang merupakan pengimpor minyak terbesar. Chengdu, sebuah kota besar di China dengan sekitar 21 juta penduduk, dibuka kembali setelah dikunci selama dua minggu.

Hal tersebut mengangkat optimisme investor akan kembali meningkatnya aktivitas ekonomi di kota terbesar keenam dengan peringkat PDB terbesar ketiga di Tiongkok itu yang sekaligus akan turut membantu meningkatkan permintaan bahan bakar dengan dimulainya kembali pertumbuhan ekonomi pada sektor industri dan transportasi.

Namun, pergerakan harga minyak masih terancam oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan menaikan suku bunga lebih tinggi sebesar 75 basis poin, suku bunga yang lebih tinggi akan membuat dolar semakin perkasa, secara historis harga minyak berbanding terbalik dengan penguatan kurs dolar.

Baca Juga: Wall Street Berakhir Menguat, Bagaimana IHSG?

Tidak hanya itu, kenaikan suku bunga akan memicu resesi yang berimbas pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang menyebabkan turunnya permintaan minyak.***

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: Trading View, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BLT BBM Tahap 2 Telah Tersalur ke 3 juta KPM

Senin, 28 November 2022 | 08:53 WIB
X