Pengaruh Putin Pada Pergerakan Minyak dan Gas Dalam Sepekan

- Senin, 19 September 2022 | 07:51 WIB
Ilustrasi minyak bumi. ( foto: Pixabay)
Ilustrasi minyak bumi. ( foto: Pixabay)

SINAR HARAPAN - Presiden Rusia Vladimir Putin telah berhasil membuat harga energi global berfluktuasi dengan keputusan perangnya.

Sejumlah komoditas bergerak dengan liar, tetapi setelah hampir tujuh bulan memasuki invasi ke Ukraina, tren bullish komoditas dari operasi militer Rusia rupanya tidak terlalu memukau.

Harga minyak mentah berada di area konsolidasi dengan kenaikan dan penurunan yang sangat tipis. Tetapi bila mengacu pada pergerakan mingguan, minyak mentah telah jatuh untuk minggu ketiga berturut-turut.

Baca Juga: Pemprov dan Disparekraf DKI Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif Berpartisipasi Dalam Acara Tokyo Game Show 2022

Minyak mentah AS West Texas Intermediate berakhir lagi di bawah level psikologis US$90 per barel, sementara patokan global Brent tertatih-tatih berusaha untuk kembali ke singgasananya pada harga US$100 per barel yang semakin menjauh sejak 31 Agustus.

Namun, dalam sepekan, Putin tampaknya telah kehilangan pengaruhnya terhadap sektor energi. Ancamannya untuk menutup semua distribusi minyak dan gas yang keluar dari negaranya tidak terlalu menakutkan.

Selain Putin, sikap dari PM Modi juga sangat penting untuk harga minyak mentah, terutama dalam merespons sanksi pembatasan harga minyak Rusia yang ingin diterapkan oleh negara-negara G7 pada Desember.  Negara G7 mencoba menghukum Moskow dari ekspor energinya, G7 menyebut keuntuntungan dari ekspor energi rusia digunakan untuk mendanai perang melawan Ukraina.

Baca Juga: BBM BP AKR Turun Harga, Cek Perbandingannya Dengan Pertamina,Vivo, dan Shell

Diketahui, PM Modi menyatakan bahwa India menolak batas harga minyak G7 dengan alasan kebutuhan keamanan energi dan ekonomi. Pasar menganggap reaksi Modi tersebut sebagai pengakuan bahwa semakin rendah harga minyak mentah Rusia, semakin banyak permintaan dari penyuling India.

Perlu diketahui, pasar energi umunya masih memiliki pasokan yang sangat ketat. Sedikit saja gangguan akan membuat harga kembali naik.

Meskipun begitu, penutupan pipa nord stream oleh pihak Rusia belum sepenuhnya sia-sia, harga gas alam terkoreksi 4,56 persen ke harga 7,65 per MMBBtu dalam sepekan. Namun, harga tersebut terhitung masih menguat 48,82 persen dalam 6 bulan terakhir atau sejak awal invasi Rusia ke Ukraina.***

Editor: Yuanita SH

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramadhan Semakin Dekat, Harga Saham ZATA Ikut Melesat

Kamis, 9 Februari 2023 | 12:47 WIB

Gelar RUPSLB, Jasa Marga (JSMR) Punya Bos Baru

Kamis, 9 Februari 2023 | 09:49 WIB

Dibuka Melesat Naik, Harga Saham VAST Balik Arah

Rabu, 8 Februari 2023 | 12:16 WIB
X