• Sabtu, 3 Desember 2022

Saham SAMF Tembus Resistance, Bagaimana Prospeknya?

- Kamis, 15 September 2022 | 12:32 WIB
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2022).  (Sigid Kurniawan)
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2022). (Sigid Kurniawan)

SINAR HARAPAN - Saham produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) terpantau naik menembus level resistance yang berada pada level Rp484 pada perdagangan hari ini Kamis 15 September 2022

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, SAMF menguat 2,5 persen atau sebesar 12 poin ke harga Rp492 per lembar saham. Harga tersebut naik 9,82 persen dalam satu minggu. Saham SAMF diperjual belikan sebanyak 4,48 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp2,22 miliar, pada sesi pertama hari ini

Penguatan pada harga saham SAMF telah terjadi sejak perdagangan hari kemarin Rabu 14 September 2022, yang meloncat dari Rp448 per lembar saham ditutup pada Rp480 per lembar saham.

Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2022 Surplus

Berdasarkan laporan keuangan, pada semester pertama 2022, SAMF tercatat mencetak penjualan sebesar 1,45 triliun, angka tersebut melesat sebesar 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp711,8 miliar.

Melansir dari IDX, SAMF telah menggandeng EuroChem untuk mengamankan pengadaan pupuk. SAMF menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan EuroChem untuk kontrak pengadaan bahan baku pupuk sebanyak 100.000 ton hingga akhir 2022.

Kontrak tersebut mencakup pengiriman (shipment) selama Juli dan Agustus 2022 sebanyak 50.000 ton. Lalu, untuk pengiriman Oktober dan November 2022 sebanyak 50.000 ton.

Baca Juga: Pasokan Minyak AS Diterpa Berbagai Masalah, Minyak di Pasar Asia Malah Untung

Adapun kebutuhan SAMF sampai dengan akhir 2022 sebanyak 200.000 ton. Sisanya, sebanyak 50.000 ton didatangkan dari Uzbekistan dan 50.000 ton dari Laos. Target penjualan 2022 meningkat dari yang awalnya Rp2,4 triliun menjadi Rp2,88 triliun.***

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: IDX Channel, Rti Business, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X