• Selasa, 6 Desember 2022

Harga Aset Kripto Ethereum Berpotensi Naik Dengan Mekanisme Baru

- Sabtu, 10 September 2022 | 11:25 WIB
ilustrasi kripto (Antara/Shutterstock)
ilustrasi kripto (Antara/Shutterstock)

SINAR HARAPAN - Harga aset kripto Ethereum (ETH) berpotensi naik seiring transisi jaringan Ethereum dari mekanisme proof-of-work (PoW) ke mekanisme proof-of-stake (PoS) yang dikenal dengan fase The Merge. Mekanisme ini dinilai lebih efisien dan memiliki potensi untuk bisa menaikkan permintaan dan harga Ethereum.

Dilansir dari ANTARA, selama ini Ethereum didapatkan dengan skema PoW. Jika dijelaskan secara sederhana, Ethereum didapatkan dengan cara mining atau penambangan, seperti Bitcoin. Mekanisme PoW diklaim mengonsumsi energi listrik yang besar karena alat penambang Ethereum membutuhkan spesifikasi komputer tinggi dan rig mining yang komplit serta listrik yang besar.

Mekanisme PoS berbeda dengan PoW, Etheremum didapatkan dengan staking atau hanya menggunakan modal internet sehingga lebih simpel dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Merger Membuahkan Hasil, Kinerja PT Pelindo Meningkat

Dengan kelebihan PoS tersebut, token Ethereum menjadi lebih berharga sehingga memiliki harganya berpotensi naik setelah proses The Merge selesai, meskipun sejatinya harga aset kripto bergantung pada kondisi pasar.

Peningkatan Ethereum 2.0 itu terbagi dalam tiga fase dan terlihat cukup rumit karena benar benar merombak mekanisme konsensus Ethereum sendiri.
Ethereum bukan hanya sekadar koin namun merupakan jaringan blockchain yang banyak dimanfaatkan oleh hal lain seperti untuk NFT ataupun token token yang berjalan di atas jaringan Ethereum.

Fase pertama upgrade ini diperkenalkan pada bulan Desember 2020 lalu dan berjalan paralel dengan main chain Ethereum yang disebut dengan Mainnet. Fase ini merupakan fase peluncuran Beacon Chain. Fase kedua yaitu fase The Merge di mana Mainnet dan Beacon Chain digabungkan dan jaringan Ethereum pun mulai beroperasi menggunakan mekanisme Proof-of-Stake (PoS).

Baca Juga: Harga Semen di Papua Sentuh Rp650.000, Pasca Kenaikan BBM

Fase ketiga dari Ethereum 2.0 disebut dengan sharding, yang kemungkinan besar akan diluncurkan pada tahun 2023, di mana ketika sharding telah terjadi, Ethereum akan dapat menangani ribuan transaksi per detik.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap IPO Bulan Ini, ISAP Tambah Mesin Produksi

Senin, 5 Desember 2022 | 11:14 WIB

PUPR Siap Operasikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:13 WIB

REI Siap Jajaki Investasi di IKN Nusantara

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:21 WIB
X