• Sabtu, 3 Desember 2022

DJP: Penerimaan PPN PMSE Capai Rp8,2 triliun sampai akhir Agustus 2022

- Jumat, 9 September 2022 | 13:16 WIB
Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) atau DJP (DJP/ pajak.go.id)
Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) atau DJP (DJP/ pajak.go.id)

SINAR HARAPAN - Direktoral Jenderal Pajak (DJP) telah mencatatkan penerimaan pajak pertambahan nilai atas perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebesar Rp8,2 triliun sampai 31 Agustus 2022.

Nilai tersebut berasal dari Rp731,4 miliar setoran pada tahun 2020, Rp3,9 triliun pada tahun 2021, dan Rp3,5 triliun pada tahun 2022.

Dilansir dari ANTARA, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Neilmaldrin Noor, dalam keterangan resmi menyebutkan bahwa pemerintah telah menunjuk 127 pelaku usaha PMSE menjadi pemungut PPN atau bertambah 8 pemungut dibandingkan dia bulan lalu yang 106 di antaranya telah melakukan pemungutan.

Baca Juga: Rupiah Menguat Setelah ECB Resmi Naikkan Suku Bunga

Delapan pelaku usaha PMSE yang baru memungut PPN berasal dari 2 penunjukan di bulan Juli 2022 yakni dan 6 penunjukan di bulan Agustus 2022.

Pada Juli 2022, pemerintah menunjuk Evernote, GMBH dan Asana, Inc. untuk memungut PPN. Selain itu, dilakukan pula pembetulan terhadap Meta Platforms Technologies Ireland Limited, Proxima Beta Pte Ltd, Tencent Mobility Limited, Tencent Mobile International Limited, Image Future Investment (HK) Limited, High Morale Developments Limited, Aceville Pte Ltd, dan Chegg, Inc.

Pada Agustus 2022, pemerintah menunjuk Patreon, Inc., Change.Org, PT Ocommerce Capital Indonesia, ESET, Spol, s r.o., CGTrader UAB, dan Waves, Inc.

Baca Juga: Sesi Pertama IHSG Melemah di Tengah Penguatan Bursa Kawasan

Sesuai dengan PMK Nomor 60 Tahun 2022, pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk sebagai pemungut wajib memungut PPN dengan tarif 11 persen atas produk luar negeri yang dijualnya di Indonesia.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X