• Selasa, 6 Desember 2022

Sah OPEC+ Pangkas Produksi Minyak

- Selasa, 6 September 2022 | 13:57 WIB
Ilustrasi Pompa minyak yang dicetak 3D terlihat di depan logo OPEC.  (Antara/Reuters)
Ilustrasi Pompa minyak yang dicetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (Antara/Reuters)

SINAR HARAPAN - Organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya, secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk memangkas produksi minyak mentah. Pengurangan produksi ini akan dimulai pada bulan Oktober mendatang.

Keputusan OPEC+ di tengah gejolak pasar energi ini sangat mengejutkan. Harga minyak menguat terkerek keputusan OPEC+ yang akan memangkas target produksi sekitar 100 ribu barel per hari mulai Oktober 2022.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,03 persen, naik ke level US$88,62 per barel. Pada tanggal 1 September, WTI sempat terperosok ke harga US$86 per barel. Secara teknikal, titik support saat ini berada pada US$85,74 per barel.

Baca Juga: Gas Eropa Fluktuatif, Gas AS Terjun Bebas

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent terangkat 0,71 persen, ditutup pada US$93,02 per barel. Bahkan, pada tanggal 29 Agustus sempat menembus level resistance yang berada di level US$99,60 per barel dan menyentuh harga US$105 per barel.

Sikap yang diambil OPEC+ tersebut dianggap sebagai penolakan atas permintaan Presiden AS Joe Biden yang meminta OPEC+ memompa lebih banyak untuk menurunkan harga dan membantu ekonomi global.

Sebelumnya, Arab Saudi sebagai pimpinan OPEC+ telah mengisyaratkan potensi pengurangan pasokan untuk mengimbangi pelemahan harga. Pemotongan itu sebagai tanggapan terhadap spekulasi atas kesepakatan nuklir baru antara AS dan Iran yang diperkirakan akan melepaskan pasokan lebih dari 1 juta barel per hari ke pasar.

Baca Juga: Kenaikan BBM Sudah Diperhitungkan Investor, IHSG Sesi Pertama Ditutup Hijau

Sebetulnya pada bulan lalu, Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdul Aziz bin Salman, sudah menegaskan bahwa OPEC+ memiliki sarana untuk menghadapi tantangan termasuk memangkas produksi untuk memulihkan keseimbangan pasar. Namun, pasar menganggap hal tersebut hanya sekedar 'gertakan', harga minyak pun sempat turun ke level US$86 per barel.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap IPO Bulan Ini, ISAP Tambah Mesin Produksi

Senin, 5 Desember 2022 | 11:14 WIB

PUPR Siap Operasikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:13 WIB

REI Siap Jajaki Investasi di IKN Nusantara

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:21 WIB
X