• Selasa, 29 November 2022

BBM Naik, Sri Mulyani: Subsidi BBM Masih Tetap Dinikmati

- Sabtu, 3 September 2022 | 15:48 WIB
Ilustrasi SPBU - Harga BBM Naik (Pikiran Rakyat)
Ilustrasi SPBU - Harga BBM Naik (Pikiran Rakyat)

SINAR HARAPAN - Pemerintah telah menetapkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui subsidi tetap dinikmati mereka yang memiliki mobil.

"Dana subsidi ini memang masih akan dinikmati oleh mereka yang punya mobil. Jadi memang subsidi yang melalui komoditas seperti BBM, tidak bisa dihindarkan pasti dinikmati oleh kelompok yang memiliki kendaraan yang mengkonsumsi subsidi tersebut," kata Menkeu Sri Mulyani di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu 3 Septermber 2022.

Pada hari ini dalam konferensi pers bersama Presiden Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi, Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar bersubsidi dari Rp5.150 per liter mejadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax non-subsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter yang berlaku sejak Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM! Pertamax Kini Rp14.500, Ini Detail Harga Baru Pertamax dan Solar

"Jadi subsidi kalau memang melalui komoditas yang tadi saya sampaikan bahwa dengan adanya kenaikan harga BBM tadi sekitar di 100 dolar AS atau bahkan kalau pun turun ke 95 dolar AS maka jumlah subsidi BBM dan listrik masih akan sebesar Rp647 triliun atau Rp653 triliun, kalau harganya agak menurun sedikit seperti sekarang sampai Desember," ungkap Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani Pemerintah ingin menciptakan keadilan yang lebih baik kepada kelompok 40 persen ekonomi terbawah di Indonesia maka memberikan bantuan sosial (bansos).

Pemerintah telah mengalokasikan bantuan sosial sebesar Rp24,17 triliun dari pengalihan subsidi BBM untuk bantuan sosial dalam tiga jenis bantuan. Pertama, Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 20,65 juta kelompok masyarakat sebesar Rp150 ribu sebanyak empat kali, dengan total anggaran Rp12,4 triliun.

Kedua, bantuan subisidi upah sebesar Rp600 ribu kepada 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan yang dibayarkan satu kali dengan anggaran Rp9,6 triliun.

Baca Juga: Kementerian ESDM dan IEA Terbitkan Road Map NZE

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! UMP Jawa Barat Tahun 2023 Naik 7,8 Persen

Selasa, 29 November 2022 | 05:57 WIB

Program BLT BBM Tahap 2 Telah Tersalur ke 3 juta KPM

Senin, 28 November 2022 | 08:53 WIB
X