• Jumat, 30 September 2022

APBN 2022 Surplus, Apa Saja Agenda Jokowi Untuk APBN 2023?

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:34 WIB
Pidato Presiden (Yuanita SH)
Pidato Presiden (Yuanita SH)

SINAR HARAPANPresiden Jokowi ungkapkan APBN 2023 pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI/DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa, 16/8/22.


Presiden Jokowi menyampaikan capaian pemerintah sepanjang tahun 2022, termasuk surplus Anggaran Pembangunan dan Belanja Nasional (APBN) Indonesia sebesar Rp106 triliun.


Selain itu, disebutkan pula bahwa sebelumnya, pada bulan Juni 2022, APBN juga dalam posisi yang surplus sejumlah Rp 73,6 Triliun. Terdapat kenaikan surplus APBN selama satu bulan sejumlah Rp 32,5 Triliun atau sebesar 44,15 persen.

 "Sampai pertengahan tahun ini, APBN juga surplus Rp106 triliun. Oleh karena itu, Pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, LPG, dan listrik sebesar Rp502 triliun pada tahun 2022 agar harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi," ujar Presiden Jokowi, pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa, 16/8/22.

Pemerintah mendesain APBN 2023 dengan mempertimbangkan berbagai risiko, termasuk dinamika pendapatan dan belanja. Sementara itu, arsitektur fiskal tahun depan dirancang sebagai fondasi perekonomian dan pendorong produktivitas.

"Pemerintah mengarahkan APBN 2023 untuk mendukung peningkatan produktivitas serta mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mencapai arahan itu, pemerintah akan fokus mengarahkan APBN untuk 5 agenda utama," ujarnya dalam pidato pengantar Rancangan APBN (RAPBN) 2023 dan Nota Keuangannya di ruang sidang paripurna DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Berikut 5 agenda utama yang dimaksud oleh Presiden Jokowi :

Pertama, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul yang produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sistem kesehatan. Hal itu sejalan dengan akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial.

Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, khususnya pembangunan infrastruktur pendukung di bidang energi, pangan, konektivitas, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Raih 8 Penghargaan, Saham TINS Mulai Balik Arah

Jumat, 30 September 2022 | 19:50 WIB

IHSG Tertatih-tatih, Saham BAPA dan FIRE Meroket

Jumat, 30 September 2022 | 13:16 WIB

Aktivitas Manufaktur China Kembali Bangkit

Jumat, 30 September 2022 | 10:14 WIB

OPEC+ Pangkas Produksi Bulan Depan, Harga Minyak Merosot

Jumat, 30 September 2022 | 09:59 WIB

Harga Emas Semakin Volatil, Ada Apa?

Jumat, 30 September 2022 | 09:16 WIB

Maudy Ayunda: B20 Wariskan Program Berkelanjutan

Jumat, 30 September 2022 | 08:45 WIB

INA dan Allianz Danai Traveloka Rp4,5 Triliun

Kamis, 29 September 2022 | 21:07 WIB

Inflasi Pangan di Inggris Cetak Rekor Tertinggi

Kamis, 29 September 2022 | 15:25 WIB
X