• Minggu, 4 Desember 2022

Penyakit PMK Sudah menyebar ke 21 Provinsi

- Rabu, 6 Juli 2022 | 18:04 WIB
Petugas saat menyemprotkan cairan disinfektan di kandang sapi di kawasan, Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (20/05/20222). Penyemprotan dilakukan UPTD Rumah Potong Hewan Depok  sebagai upaya pencegahan menyebarnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Petugas juga melakukan pemeriksaan mulut dan kaki serta memberikan suntikan vitamin pada sapi.  Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com  (                                )
Petugas saat menyemprotkan cairan disinfektan di kandang sapi di kawasan, Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (20/05/20222). Penyemprotan dilakukan UPTD Rumah Potong Hewan Depok sebagai upaya pencegahan menyebarnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Petugas juga melakukan pemeriksaan mulut dan kaki serta memberikan suntikan vitamin pada sapi. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com ( )

 

SINARHARAPAN--Kementerian Pertanian mengungkapkan, berdasarkan data terbaru tercatat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyebar ke-21 provinsi dan 232 kabupaten/kota. 

Dari total provinsi tersebut, ada sebanyak 320.016 ribu ekor hewan yang tertular dan 108.266 diantaranya dinyatakan telah sembuh. 

"Kemudian ada potong bersyarat 2.820 dan yang mati 2.029," kata Sekretaris Ditjen PKH Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Makmun, dalam jumpa pers perkembangan penanganan PMK yang disiarkan YouTube resmi Kementerian Pertanian RI, Rabu (6/7).

Makmun mengatakan, data itu berasal dari penginputan yang dilakukan langsung oleh petugas di tingkatan lapangan, seperti medik dan paramedik. 

Ketika selesai penginputan, data kemudian dilakukan validasi oleh dinas di masing-masing kabupaten/kota asal, yang selanjutnya kembali dilakukan validasi di tingkatan pronvinsi.

"Lalu kasus tersebut di validasi kembali oleh Dinas Kabupaten/Kota. Setelah di validasi oleh Dinas di Kabupaten/Kota kemudian di validasi kembali oleh Provinsi untuk kemudian data di validasi Provinsi itulah yang kemudian kami munculkan dalam sistem aplikasi kita yang dinamakan siagapmk.id," paparnya.

Selain itu, kata Makmun, data penanganan PMK juga terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan hewan Indonesia atau iSIKHNAS. Kini, pihaknya juga tengah mengupayakan agar data bisa terintegrasi dengan sistem bersatulawancovid-19.id dan interface dengan kepolisian.

Sehingga, nantinya data yang ada baik dari tingkatan kabupaten hingga ke nasinoal menjadi terpadu.

"Jadi semua data kita sama semua Dinas Kabupaten/Kota Provinsi," tandasnya.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Tags

Terkini

REI Siap Jajaki Investasi di IKN Nusantara

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:21 WIB
X