• Jumat, 19 Agustus 2022

Antisipasi Krisis Pangan Global, ID FOOD Libatkan Petani Perbaiki Hulu Pangan

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:23 WIB
Petani memantau kebun cabai melalui aplikasi pada telpon genggam dalam metode pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart farming di Desa Gobleg, Buleleng, Bali, Minggu (8/8/2021). (Nyoman Hendro Wibowo)
Petani memantau kebun cabai melalui aplikasi pada telpon genggam dalam metode pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart farming di Desa Gobleg, Buleleng, Bali, Minggu (8/8/2021). (Nyoman Hendro Wibowo)

SINAR HARAPAN - BUMN yang bergerak dalam bidang pangan, ID FOOD telah merealisasikan praktik pertanian cerdas dengan fokus pada peningkatan produksi pangan domestik untuk mengantisipasi krisis pangan global.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan pihaknya telah menerapkan aplikasi e-farmer, sistem digitalisasi pendaftaran mitra petani, pendaftaran kebun hingga pemantauan digital kebun atau lahan petani.

"Perbaikan hulu pangan bersama petani secara berkelanjutan merupakan cara ID FOOD dukung pemerintah untuk kedaulatan pangan," kata Frans dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

ID FOOD terus berupaya meningkatkan produksi pangan di dalam negeri dengan tujuan agar Indonesia tidak lagi bergantung terhadap produk pangan impor.

Frans menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan inovasi pada sektor hilir pangan menjaga keseimbangan hulu dan hilir pangan, di antaranya menghadirkan variasi produk ritel pangan pokok memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan peluncuran produk varian beras dengan merek Rania, produk gula kristal putih bermerek Raja Gula, pendistribusian ritel juga direalisasikan dengan peningkatan kolaborasi ritel daring, seperti warung pangan dan e-commerce lainnya.

"Kami melihat peluang pada tahun 2022 cukup besar pada sektor ritel pangan, terbukti pembukuan penjualan pangan ritel tahun buku 2021, perseroan menopang pendapatan sebesar Rp8 triliun atau meningkat 15 persen year on year," kata Frans.

ID FOOD berkomitmen akan bersama pemerintah mengatasi ancaman krisis pangan melalui peningkatan kemitraan petani dan perluas lahan petani untuk produksi pangan sebagai bagian dari transformasi pada hulu pangan.

Pada 2021, realisasi jumlah mitra petani tebu sebanyak 23.735 petani dari target 22.367 petani atau tercapai 106 persen dari target dan luas lahan tercatat mencapai 41.509 hektare atau naik 11 persen dari tahun 2020.

Sebagai langkah awal, kata Frans, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI berperan sebagai BUMN induk pangan pada tahun 2022. Perseroan telah mengimplementasikan teknologi informasi terintegrasi BUMN klaster pangan yang mengintegrasikan lima BUMN pangan dengan induk pangan RNI. ***

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

IHSG Terkoreksi, Saham SMGR Masuk Top Losers

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:24 WIB

IHSG Hijau! Saham ADRO, ADMR, dan CRAB Menguat

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Tren Harga Emas Masih Turun Hari Ini

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Perkuat Lini Bisnis! CENT Akuisisi 289 Menara

Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:46 WIB

BRIS Akan Rights Issue, Efek Dilusi 12,73 Persen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Migas Aman, Pertamina Temukan Cadangan Minyak Terbaru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:55 WIB

Wah, Harga Emas Antam Turun Lagi!

Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:33 WIB

Bursa Asia Ditutup Hijau! IHSG Hari Ini Bagaimana?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:32 WIB
X