• Jumat, 19 Agustus 2022

IPB Siapkan Kajian Pembangunan Green Port di Pelabuhan Marunda

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:17 WIB
Ilustrasi: Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi (kiri) menyerahkan bibit mangrove 'Rhizopora Mucronata' kepada petugas di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Jumat (3/6/2022).  (M. Risyal Hidayat)
Ilustrasi: Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi (kiri) menyerahkan bibit mangrove 'Rhizopora Mucronata' kepada petugas di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Jumat (3/6/2022). (M. Risyal Hidayat)

SINAR HARAPAN - Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Pusat Studi Reklamasi Tambang LPPM menyiapkan kajian untuk membangun pelabuhan ramah lingkungan (green port) di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, yang dikelola Badan Usaha Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN).

IPB terlibat dalam perencanaan pelabuhan berkonsep green port yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan KCB pada Februari 2022 lalu,” kata Kepala Divisi Revegetasi Pusat Studi Reklamasi Tambang LPPM IPB Sri Wilarso Budi di Jakarta, Sabtu 2 Juli 2022.

Sri Wilarso menyampaikan pihaknya akan melakukan kajian dalam menentukan tanaman apa yang cocok untuk ditanam di Pelabuhan BUP PT. KCN yang ditandai dengan penandatanganan MoU pada Februari 2022.

“Di dalam MoU kita sudah sepakati akan ada kegiatan survei meliputi pengecekan landscape dan menganalisis sifat kimia tanahnya kemudian material apa yang akan kita gunakan,” ujar Sri.

IPB akan menyusun dan membuat laporan site plan dan detail design engineering, meliputi pemilihan jenis tanaman, penentuan pola tanam, persiapan penanaman, kemudian penanaman, pemeliharaan tanaman, penyusunan rantek tanaman hingga site plan dan pemetaan.

Sri Wilarso menjelaskan pada survei awal ke Pelabuhan Marunda diketahui bahwa pelabuhan milik PT KCN merupakan alih fungsi lahan pantai menjadi daratan, sehingga penanaman pohon tidak semudah menanam pada permukaan tanah biasa.

“Nanti dalam design engineering untuk menanam pohon membutuhkan lobang yang besar, itu akan membawa tanah dari luar. Jadi tidak bisa mengandalkan tanah urukan yang ada di sana dan ditambah bahan lain yang bisa membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi ekstrem,” jelasnya.

Mengenai tantangan pembangunan pelabuhan ramah lingkungan, Sri mengaku bahwa faktor air laut juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

“Tentunya kita harus menganalisa apakah nanti di tempat yang akan kita tanami akan ada intrusi air laut yang terlalu banyak atau tidak, makanya ada salinitas yang akan kita ukur,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

IHSG Terkoreksi, Saham SMGR Masuk Top Losers

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:24 WIB

IHSG Hijau! Saham ADRO, ADMR, dan CRAB Menguat

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Tren Harga Emas Masih Turun Hari Ini

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Perkuat Lini Bisnis! CENT Akuisisi 289 Menara

Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:46 WIB

BRIS Akan Rights Issue, Efek Dilusi 12,73 Persen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Migas Aman, Pertamina Temukan Cadangan Minyak Terbaru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:55 WIB

Wah, Harga Emas Antam Turun Lagi!

Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:33 WIB

Bursa Asia Ditutup Hijau! IHSG Hari Ini Bagaimana?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:32 WIB
X