• Rabu, 10 Agustus 2022

Jokowi Bertemu Investor UEA, Bahas 4 Poin Kerjasama

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 1 Juli 2022 | 19:48 WIB
Presiden Jokowi bertemu sejumlah investor UEA di Hotel Emirates Palace, Jumat (Setpres)
Presiden Jokowi bertemu sejumlah investor UEA di Hotel Emirates Palace, Jumat (Setpres)

SINARHARAPAN--Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan sejumlah investor dan pengusaha dalam kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat, 1 Juli 2022.

Menteri BUMN Erick Thohir yang turut serta dalam pertemuan mengatakan bahwa para investor dan pengusaha UEA optimistis untuk menjalin kerja sama dalam beberapa proyek antara kedua negara.

"Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara dua negara, yaitu UEA, Abu Dhabi, dengan tentunya Indonesia," ujar Erick melalui keterangan resmi, Jumat (1/7/2022).

 

Setidaknya ada empat poin yang didiskusikan Presiden Jokowi dengan para pengusaha:

Pertama. terkait logistik udara. Erick menyebutkan, di era sekarang yang penuh ketidakpastian dalam hal logistik dan rantai pasok, Indonesia dan UEA bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan.

“Indonesia dan UAE ini bisa menjadi partner yang saling menguntungkan. Di mana Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena Indonesia kaya dengan sumber daya alam seperti energi, pangan, dan lain-lain, secara bersamaan UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi,” jelasnya.

Kedua, mengenai ibu kota Nusantara (IKN), Erick menjelaskan bahwa Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya yang pesat memang perlu membuat ibu kota baru. Erick memandang bahwa pemerintah perlu menyiapkan kota masa depan untuk penduduk yang saat ini mayoritas berusia muda.

“Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Tentu dengan sistem dari teknologi terbarukan tentu kita harus menyiapkan kota masa depan. UAE sendiri, Abu Dhabi sangat optimistis melihat ini sesuatu yang baik karena melihat percontohan kota-kota besar di dunia yang sekarang menjadi juga pusat pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya,” paparnya.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Terkini

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Astra Group Catat Laba Semester I Naik 106%

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:41 WIB
X