• Rabu, 10 Agustus 2022

Gubernur BI: Suku Bunga Acuan Berpatokan pada Inflasi Inti, Bukan IHK

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:55 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI di Jakarta, Jumat (1/7/2022).  (Agatha Olivia)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI di Jakarta, Jumat (1/7/2022). (Agatha Olivia)

SINAR HARAPAN - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan tak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan karena kondisi inflasi inti yang masih rendah saat ini.

Inflasi inti Juni 2022 yang baru saja diumumkan pagi tadi tercatat masih rendah, yakni 2,63 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), begitu pula inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) yakni 5,3 persen (yoy).

"Inflasi inti yang rendah memberikan suatu ruang fleksibilitas bagi kami untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan," kata Perry dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI di Jakarta, Jumat 1 Juli 2022.

Baca Juga: Perry Warjiyo: BI Tak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga Acuan

Sementara itu, ia menyebutkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) Juni 2022 secara tahunan memang meningkat menjadi 4,35 persen (yoy).

Peningkatan inflasi IHK secara tahunan tersebut disebabkan oleh komponen inflasi bahan makanan yang cenderung meningkat belakangan ini.

Oleh karena itu, Perry menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Banggar DPR RI karena telah menaikkan subsidi sehingga mendukung pengendalian inflasi, terutama inflasi harga yang diatur pemerintah.

"Tentu saja langkah Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat untuk mengendalikan inflasi yang bergejolak," tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya menekankan kebijakan moneter akan diarahkan untuk stabilitas perekonomian, sementara kebijakan lainnya antara lain makroprudensial dan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. ***

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Astra Group Catat Laba Semester I Naik 106%

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:41 WIB
X