• Jumat, 19 Agustus 2022

Saham Asia Berjatuhan Menyusul Pasar Saham AS

- Rabu, 29 Juni 2022 | 10:40 WIB
Seorang pria terlihat di belakang papan elektronik yang menampilkan indeks Nikkei dan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS di Bursa Efek Tokyo di Tokyo, Jepang.  (Issei Kato)
Seorang pria terlihat di belakang papan elektronik yang menampilkan indeks Nikkei dan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS di Bursa Efek Tokyo di Tokyo, Jepang. (Issei Kato)

 

SINAR HARA PAN - Indeks saham di seluruh Asia mengalami kejatuhan pada perdagangan Rabu pagi 29 Juni 2022, memperpanjang kerugian semalam di Wall Street di tengah kekhawatiran atas resesi, inflasi dan harga minyak yang tinggi, yang juga mendorong mata uang safe haven lebih tinggi.

Nikkei Jepang turun 1,01 persen pada awal perdagangan, sementara indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang jatuh 1,1 persen terseret lebih rendah oleh saham Australia (ASX 200) yang merosot 1,29 persen, dan indeks KOSPI Korea berkurang 1,57 persen.

Saham Asia telah mengakhiri sesi sebelumnya dengan lintasan positif setelah China mengumumkan pelonggaran persyaratan karantina untuk penumpang yang masuk, dalam apa yang dilihat oleh beberapa pengamat sebagai relaksasi terbesar sejauh ini dari strategi "nol COVID". Tapi dampaknya mereda pada perdagangan Rabu 29 Juni 2022.

"Tak pelak, pasar cenderung bereaksi berlebihan terhadap berita semacam ini," kata Carlos Casanova, ekonom senior di UBP di Hong Kong. "Agar itu berkelanjutan, kami benar-benar ingin melihat langkah-langkah ini terwujud dalam pembukaan kembali yang sebenarnya."

Saham-saham unggulan China (CSI300) yang mencapai level tertinggi empat minggu sehari sebelumnya, turun 0,6 persen, sementara indeks acuan Hang Seng Hong Kong merosot 1,3 persen.

Kerugian di Asia mengikuti hari yang bergejolak di pasar AS, dengan indeks S&P 500 turun lebih dari 2,0 persen setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah 16-bulan pada Juni, karena kekhawatiran inflasi yang tinggi dapat menyebabkan ekonomi melambat secara signifikan di paruh kedua tahun ini.

Kekhawatiran baru atas potensi resesi global mengirim investor ke mata uang safe haven dolar, dan indeks dolar tetap kokoh di 104,4.

Euro turun 0,6 persen terhadap greenback semalam, dan sedikit berubah di awal Asia di 1,0529 dolar. Yen Jepang berdiri di 136,03 per dolar, tidak jauh dari level terendah 24 tahun minggu lalu di 136,7.

Yen telah tertekan karena bank sentral Jepang (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter yang longgar bahkan ketika bank-bank besar lainnya melakukan pengetatan, poin yang ditegaskan kembali oleh gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada Rabu.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

IHSG Terkoreksi, Saham SMGR Masuk Top Losers

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:24 WIB

IHSG Hijau! Saham ADRO, ADMR, dan CRAB Menguat

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Tren Harga Emas Masih Turun Hari Ini

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Perkuat Lini Bisnis! CENT Akuisisi 289 Menara

Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:46 WIB

BRIS Akan Rights Issue, Efek Dilusi 12,73 Persen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Migas Aman, Pertamina Temukan Cadangan Minyak Terbaru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:55 WIB

Wah, Harga Emas Antam Turun Lagi!

Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:33 WIB

Bursa Asia Ditutup Hijau! IHSG Hari Ini Bagaimana?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:32 WIB
X