• Jumat, 19 Agustus 2022

Biaya Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Sektor Kehutanan Rp77,82 T, Kecil Kata Menkeu

- Selasa, 28 Juni 2022 | 13:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Kongres Kehutanan Indonesia VII di Jakarta, Selasa (28/6/2022).  (Astrid Faidlatul Habibah)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Kongres Kehutanan Indonesia VII di Jakarta, Selasa (28/6/2022). (Astrid Faidlatul Habibah)

SINAR HARAPAN - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kebutuhan biaya mitigasi perubahan iklim untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) melalui sektor kehutanan adalah sebesar Rp77,82 triliun.

Estimasi biaya tersebut berdasarkan Second Biennial Update Report (BUR) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2018.

“Biaya untuk sektor kehutanan kecil tapi kontribusi terhadap penurunan CO2 paling besar,” katanya dalam Kongres Kehutanan Indonesia VII di Jakarta, Selasa.

Pemerintah telah meratifikasi Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen NDC pada 2016 yaitu Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 dengan kemampuan sendiri.

Penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen ini akan dilakukan melalui berbagai sektor seperti kehutanan, energi dan transportasi, Industrial Process and Product Use (IPPU), limbah dan pertanian.

Estimasi kebutuhan pendanaan penurunan target NDC 2030 sendiri dibagi berdasarkan tiga kajian yakni Second BUR 2018 sebesar Rp3.461,31 triliun, Roadmap NDC Mitigasi 2020 Rp3.779,63 triliun dan Third BUR 2021 Rp4.002,44 triliun.

Perbedaan estimasi kebutuhan pendanaan itu disebabkan oleh adanya tambahan kegiatan mitigasi, kalibrasi metode estimasi dan perbedaan horizon waktu.

Secara rinci, estimasi berdasarkan Second BUR 2018 sebesar Rp3.461,31 triliun terdiri dari sektor kehutanan dan lahan Rp77,82 triliun, energi dan transportasi Rp3.307,2 triliun, IPPU Rp40,77 triliun, limbah Rp30,34 triliun serta pertanian Rp5,18 triliun.

Perkiraan kebutuhan berdasarkan Roadmap NDC Mitigasi 2020 Rp3.779,63 triliun meliputi kehutanan dan lahan Rp93,28 triliun, energi dan transportasi Rp3.500 triliun, IPPU Rp0,92 triliun, limbah Rp181,4 triliun serta pertanian Rp4,04 triliun.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

IHSG Terkoreksi, Saham SMGR Masuk Top Losers

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:24 WIB

IHSG Hijau! Saham ADRO, ADMR, dan CRAB Menguat

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Tren Harga Emas Masih Turun Hari Ini

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Perkuat Lini Bisnis! CENT Akuisisi 289 Menara

Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:46 WIB

BRIS Akan Rights Issue, Efek Dilusi 12,73 Persen

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Migas Aman, Pertamina Temukan Cadangan Minyak Terbaru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:55 WIB

Wah, Harga Emas Antam Turun Lagi!

Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:33 WIB

Bursa Asia Ditutup Hijau! IHSG Hari Ini Bagaimana?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:32 WIB
X