• Rabu, 10 Agustus 2022

DIbayangi Kekhawatiran Inflasi dan Resesi Global, Kurs Rupiah Rentan Terdepresiasi

- Selasa, 28 Juni 2022 | 11:20 WIB
Ilustrasi: Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat.  (Sigid Kurniawan)
Ilustrasi: Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat. (Sigid Kurniawan)

SINAR HARAPAN - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpeluang menguat meski dibayangi kekhawatiran inflasi dan resesi global.

Rupiah pagi ini masih bergerak melemah 33 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.830 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.797 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS karena sentimen positif terhadap aset berisiko pagi ini di pasar Asia," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa 28 Juni 2022.

Ariston menyampaikan indeks saham Asia bergerak positif pagi ini, sama seperti pada awal pekan kemarin.

Optimisme pasar terhadap aset berisiko tersebut, lanjut Ariston, bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah.

"Pergerakan dolar AS juga secara umum bergerak stabil dan sedikit tertekan terhadap nilai tukar utama dunia," ujar Ariston.

Meskipun demikian, rupiah juga masih rentan melemah karena faktor-faktor yang melemahkan seperti sentimen kenaikan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (Fed), kekhawatiran inflasi, dan resesi belum hilang.

"Indonesia sendiri dihadapkan oleh kenaikan harga-harga pangan yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi," kata Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak menguat ke arah Rp14.770 per dolar AS dengan potensi pelemahan di level Rp14.830 per dolar AS.

Pada Senin (27/6) lalu rupiah ditutup menguat 51 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.797 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.848 per dolar AS. ***

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Astra Group Catat Laba Semester I Naik 106%

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:41 WIB
X