• Selasa, 9 Agustus 2022

Sandiaga: Desa Wisata Pecinan Glodok Punya Keunikan yakni Storynomics Tourism

- Senin, 27 Juni 2022 | 11:48 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengikuti prosesi Fang Sen atau pelepasan burung sejumlah 53 ekor di Desa Wisata Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Jakarta, Minggu (26/6/2022).  (Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengikuti prosesi Fang Sen atau pelepasan burung sejumlah 53 ekor di Desa Wisata Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Jakarta, Minggu (26/6/2022). (Kemenparekraf)

SINAR HARAPAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai Desa Wisata Pecinan Glodok di Jakarta Barat, Jakarta, memiliki potensi daya tarik wisata budaya dan sejarah mengingat terdapat akulturasi budaya dari Tionghoa, Sunda, Betawi, hingga Jawa.

“Kita sudah melihat berbagai pertunjukan tarian dari Betawi, wushu, dan lainnya. Desa ini memiliki storynomics, yaitu cerita yang akan mampu menarik wisatawan,” ujar dia saat di kawasan tersebut lewat keterangan resmi, Jakarta, Senin 27 Juni 2022.

Storynomics tourism merupakan pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, dan menggunakan kekuatan budaya sebagai nyawa dari destinasi guna membangun interpretasi maupun imajinasi wisatawan atas sebuah objek wisata.

Desa Wisata Pecinan Glodok masuk ke dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Di desa itu, terdapat bangunan yang memiliki arsitektur unik dan ornamen-ornamen China. Di antaranya Pancoran Chinatown Point, destinasi baru dan tempat strategis bersejarah di Pusat Kota yang memadukan bangunan hunian klasik-elegan dengan area komersial serta Citywalk dan mal tematik.

Ada juga Gang Gloria yang merupakan salah satu pusat jajanan di kawasan Pancoran-Glodok, lalu Petak Enam di Gedung Chandra Glodok dengan desain bernuansa China, seperti hiasan lampion merah dan ornamen-ornamen khas China.

Dari segi kesenian, desa wisata tersebut memiliki tanjidor, ondel-ondel, silat beksi, barongsai. Kemudian ragam budaya seperti Cap Go Meh, Candra Naya, dan Klenteng Toa Se Bio.

“Saya berharap dengan kuatnya ragam budaya yang terdapat di desa ini bisa menarik kunjungan wisatawan, sehingga akan mampu menjadi peluang untuk kebangkitan ekonomi, membuka peluang usaha, dan lapangan kerja seluas-luasnya,” ungkap Menparekraf.

Sandiaga turut mengunjungi “Toa Se Bio”, sebuah Klenteng untuk melihat ritual pengobatan Tang Sin yang merupakan pengobatan tradisional spiritual pada saat Cap Go Meh dan Hari Ulang Tahun Klenteng Toa Se Bio. Ia juga melakukan Fang Sen atau pelepasan burung sejumlah 53 ekor.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Astra Group Catat Laba Semester I Naik 106%

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:41 WIB

Kinerja BRI Kinclong, Laba Semester I Naik 98%

Rabu, 27 Juli 2022 | 08:11 WIB
X