• Selasa, 9 Agustus 2022

Sandiaga Dorong Pelaku Ekraf Mataram Masuk Ekosistem Digital

- Minggu, 26 Juni 2022 | 17:45 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjadi narasumber dalam acara “Kelana Nusantara” di Mataram, Nusa Tenggara Bara, Sabtu (25/6/2022).  (Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjadi narasumber dalam acara “Kelana Nusantara” di Mataram, Nusa Tenggara Bara, Sabtu (25/6/2022). (Kemenparekraf)

SINAR HARAPAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), masuk ke dalam ekosistem digital melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk memudahkan pemasaran produk.

Melalui Gernas BBI dan beberapa program lainnya, pemerintah disebut akan membantu pelaku ekraf memudahkan pemasaran produk melalui pendekatan jejaring platform digital

“Kami pastikan hadir sebagai suatu wujud dari 3T, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Saat ini pemerintah menghadapi keterbatasan dari segi dana atau anggaran, tapi dengan 3T kita bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara Kelana Nusantara di Mataram, NTB, lewat keterangan resmi, Jakarta, Minggu 26 Juni 2022.

Dengan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, Sandiaga optimistis target menghadirkan 1,1 juta lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pada tahun 2022 dapat terwujud.

Kini NTB, lanjut dia, sedang menjadi perhatian seluruh dunia mengingat berbagai ajang internasional seperti MotoGP di Mandalika dan Motor Cross Grand Prix (MXGP) diadakan di daerah tersebut.

"Industri ekonomi kreatif harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi pemain yang mengambil bagian dalam kebangkitan ekonomi, bukan penonton,” ujar Sandiaga.

Dalam acara tersebut, ia menilai sektor ekraf dengan produk-produk unggulan di Mataram memiliki kualitas dan daya saing yang baik, diantaranya sandal dan sepatu dengan kearifan lokal serta produk tenun khas Mataram yang mengandung aspek keberlanjutan lingkungan karena menggunakan benang bekas.

Produk tenun khas Mataram itu juga dibuat dengan memberdayakan lansia sebagai tenaga kerja.

Selain itu, kata dia, terdapat pula produk roti, mutiara, olahan kopi, hingga produk kreatif subsektor film yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui Program 3T.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Astra Group Catat Laba Semester I Naik 106%

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:41 WIB

Kinerja BRI Kinclong, Laba Semester I Naik 98%

Rabu, 27 Juli 2022 | 08:11 WIB
X