• Minggu, 2 Oktober 2022

Bank Dunia Puji Keberhasilan RI Memitigasi Dampak Pandemi Covid-19

- Rabu, 22 Juni 2022 | 11:31 WIB
Tangkapan layar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen saat memberikan sambutan dalam Y20 Indonesia 2022 3rd Pre Summit: Sustainable and Livable Planet yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu.  (Citro Atmoko)
Tangkapan layar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen saat memberikan sambutan dalam Y20 Indonesia 2022 3rd Pre Summit: Sustainable and Livable Planet yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu. (Citro Atmoko)

SINAR HARAPAN - Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan stimulus ekonomi makro yang dilakukan pemerintah Indonesia telah berhasil memitigasi dampak pandemi COVID-19.

Selama pandemi melanda, paket fiskal di tanah air difokuskan untuk mendukung perawatan kesehatan, vaksinasi, dan bantuan sosial bagi mereka yang paling membutuhkan.

"Paket itu diikuti oleh subsidi untuk biaya menahan peningkatan inflasi," ujar Satu dalam acara Peluncuran Laporan "Indonesia Economic Prospects June 2022" yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu 22 Juni 2022.

Apalagi, sambung dia, kebijakan fiskal ekspansif ini dilengkapi dengan kebijakan moneter yang akomodatif yang membantu mempercepat kredit ke sektor swasta dan mendukung pemulihan ekonomi.

Indonesia sejauh ini diuntungkan dari posisi awal ekonomi makro yang stabil pada tahun 2020, yang ditandai dengan tingkat utang yang rendah, cadangan devisa yang memadai, dan stabilitas di sektor keuangan.

Namun, Satu mengingatkan seluruh stimulus tersebut akan semakin berkurang ketersediaannya di masa mendatang karena peningkatan biaya subsidi dan anggaran fiskal semakin membengkak.

"Tekanan inflasi pun meningkat dan kondisi pembiayaan eksternal menjadi semakin ketat," jelasnya.

Dengan semakin terbatasnya kebijakan fiskal dan moneter, ia berpendapat reformasi struktural sangat penting untuk mendorong pertumbuhan, termasuk menciptakan ruang fiskal melalui reformasi pajak, memperluas belanja yang mendukung pertumbuhan dan reformasi, serta membiayai investasi publik untuk memblokir kesenjangan infrastruktur yang sangat kritis.

Di sisi lain untuk mengembangkan industri hilir, menggantikan pembatasan perdagangan yang ada saat ini dengan bauran perdagangan fiskal, lingkungan bisnis, pengelolaan lahan dan kebijakan infrastruktur akan menjadi vital.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Bank BCA (BBCA) Dukung Pemerintah Biayai UMKM

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:03 WIB

APP Sinar Mas Menyasar Budidaya Lebah Madu

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 08:54 WIB

PT Timah Raih 8 Penghargaan, Saham TINS Mulai Balik Arah

Jumat, 30 September 2022 | 19:50 WIB

IHSG Tertatih-tatih, Saham BAPA dan FIRE Meroket

Jumat, 30 September 2022 | 13:16 WIB

Aktivitas Manufaktur China Kembali Bangkit

Jumat, 30 September 2022 | 10:14 WIB
X