• Senin, 8 Agustus 2022

Transformasi Digital Sektor Industri Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

- Minggu, 12 Juni 2022 | 18:17 WIB
Ilustrasi - Konsep Industri 4.0. Seorang pria memegang gawai dengan piranti Augmented Reality untuk mengoperasikan robot di pabrik.  (Shutterstock)
Ilustrasi - Konsep Industri 4.0. Seorang pria memegang gawai dengan piranti Augmented Reality untuk mengoperasikan robot di pabrik. (Shutterstock)

SINAR HARAPAN - Kementerian Perindustrian mendorong pendekatan terintegrasi untuk memajukan industri 4.0, di mana implementasi transformasi digital di sektor industri berpotensi besar meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya di sektor tersebut.

Guna mewujudkan sasaran tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim (BBIHPMM) selaku satuan kerja di bawah naungan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, menciptakan inovasi pelayanan Integrated Information System for Excellent Service (Indie-Services).

“Inovasi Indie-Services ini berbasis digitalisasi dan terintegrasi satu pintu yang mendekatkan harapan BBIHPMM untuk menjadi solusi kebutuhan industri,” kata Kepala BSKJI Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangannya di Jakarta, Minggu 12 Juni 2022.

Beberapa waktu lalu, BBIHPMM menyelenggarakan Temu Pelanggan BBIHPMM Tahun 2022 di Makassar dengan mengusung tema “Transformasi BBIHPMM melalui Indie-Services Menuju Layanan Industri Berkelanjutan Guna Mewujudkan Industri Nasional yang Mandiri dan Berdaya Saing”.

“Kemi terus meningkatkan kinerja pelayanan jasa oleh BBIHPMM dalam mengakomodasi kebutuhan layanan industri nasional, khususnya di Indonesia Timur, sehingga dapat menjadi lembaga mitra bagi industri dalam mewujudkan industri yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Kepala BSKJI.

Doddy menyampaikan, Kemenperin mengamanahkan penambahan lingkup tugas dan fungsi kepada BBIHPMM, yang sebelumnya fokus pada hasil perkebunan, saat ini cakupannya meliputi industri mineral logam dan maritim.

“Kami menyadari tanggung jawab baru ini tentunya membutuhkan effort dan resources yang lebih besar oleh BBIHPMM,” ujarnya.

Oleh karena itu, secara bertahap dan terstruktur, BBIHPMM menyiapkan peta jalan penyelenggaraan layanan jasa kepada industri, termasuk inovasi-inovasi cerdas dalam mengakselerasi pelayanan yang profesional sesuai kebutuhan masyarakat industri.

Kepala BBIHPMM Setia Diarta mengemukakan, pada tahun 2022, BBIHPMM telah menempuh usia 75 tahun. Saat ini, BBIHPMM bertransformasi menjadi lembaga layanan jasa yang lebih luas lingkup komoditasnya.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Astra Group Catat Laba Semester I Naik 106%

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:41 WIB

Kinerja BRI Kinclong, Laba Semester I Naik 98%

Rabu, 27 Juli 2022 | 08:11 WIB
X