• Sabtu, 13 Agustus 2022

Anggaran Kementerian Investasi Rp1,8 T untuk 2023 Diketok DPR

- Jumat, 10 Juni 2022 | 14:50 WIB
Tangkapan layar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Jumat (10/6/2022). ( Youtube Komisi VI DPR RI)
Tangkapan layar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Jumat (10/6/2022). ( Youtube Komisi VI DPR RI)

SINAR HARAPAN - Komisi VI DPR RI menyetujui pagu indikatif dan usulan tambahan anggaran Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk 2023 sebesar Rp1,8 triliun.

Total anggaran sebesar Rp1,8 triliun itu terdiri atas pagu indikatif sebesar Rp646,01 miliar dan usulan tambahan anggaran sebesar Rp1,24 triliun untuk mendukung program prioritas dalam rangka mencapai target investasi di tahun 2023 sebesar Rp1.250 triliun hingga Rp1.400 triliun.

"Komisi VI DPR RI menyetujui pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp646,01 miliar," kata Pimpinan Komisi VI DPR RI Martin Manurung dalam rapat kerja dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM di Jakarta, Jumat 10 Juni 2022.

Pagu anggaran Kementerian Investasi/BKPM pada tahun 2023 tersebut terdiri dari anggaran untuk program dukungan manajemen sebesar Rp314,3 miliar dan anggaran untuk program penanaman modal sebesar Rp331,7 miliar.

Komisi VI juga menyetujui usulan tambahan anggaran 2023 sebesar Rp1,24 triliun.

"Komisi VI DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran tahun 2023 sebesar Rp1,24 triliun yang akan untuk mendanai program prioritas dalam meningkatkan investasi pada tahun 2023," imbuh Martin.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran kerja sebesar Rp1,8 triliun untuk mengejar target realisasi investasi yang dipatok sebesar Rp1.250 triliun hingga Rp1.400 triliun.

Padahal, pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM pada tahun 2023 yakni hanya sebesar Rp646,01 miliar, dengan rincian anggaran untuk program dukungan manajemen sebesar Rp314,3 miliar dan anggaran untuk program penanaman modal sebesar Rp331,7 miliar.

"Maka, kami mengajukan tambahan sebesar Rp1,24 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp1,88 triliun," katanya.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X