• Sabtu, 13 Agustus 2022

Dongkrak Harga TBS Sawit, Luhut Percepat Ekspor CPO. Caranya?

- Jumat, 10 Juni 2022 | 13:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberi keterangan kepada media usai pembukaan acara Business Matching Produsen CPO dan pengusaha minyak goreng cu (Genta Tenri Mawangi)
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberi keterangan kepada media usai pembukaan acara Business Matching Produsen CPO dan pengusaha minyak goreng cu (Genta Tenri Mawangi)

SINAR HARAPAN - Pemerintah menargetkan jumlah minyak sawit mentah (CPO) yang bakal diekspor dalam waktu dekat minimal satu juta ton, kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Badung, Bali, Jumat 10 Juni 2022.

Target itu diharapkan terwujud setelah pemerintah melakukan berbagai langkah yang bertujuan mempercepat ekspor CPO, kata Luhut saat jumpa pers di lokasi acara Business Matching Produsen CPO dan Pengusaha Minyak Goreng Curah di Badung.

Luhut menjelaskan langkah percepatan yang dilakukan pemerintah, di antaranya menerapkan mekanisme flush out atau mengosongkan tangki-tangki minyak yang penuh.

“Dengan mekanisme flush out ini pemerintah memiliki target minimal 1 juta ton CPO dapat diekspor dalam waktu dekat ini,” kata Luhut.

Ia menjelaskan prinsipnya jika tangki-tangki yang penuh itu cepat dikosongkan, maka permintaan terhadap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit dapat meningkat. Jika permintaan itu naik, maka harapannya harga TBS di tingkat petani dapat ikut naik.

Pemerintah menargetkan harga tandan buah segar sawit dapat naik dari Rp2.000 per kilogram menjadi di atas Rp2.500 sampai dengan Rp3.200 per kilogramnya, kata Luhut.

Terkait mekanisme flush out, Menko Marves RI menyampaikan pemerintah memberi kesempatan kepada eksporter CPO yang tidak tergabung dalam Si Mirah untuk melakukan ekspor.

“Namun, syaratnya membayar biaya tambahan sebesar 200 dolar (AS) per ton kepada pemerintah. Biaya ini di luar pungutan ekspor dan biaya keluar yang berlaku,” kata Luhut.

“Si Mirah” atau Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Si Mirah) merupakan sistem dan aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memetakan rantai distribusi dan harga minyak goreng.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X