• Sabtu, 13 Agustus 2022

Ekonomi Tahun Ini Bisa Tumbuh 4,8%, Syaratnya Pemerintah Jangan Naikkan BBM

- Rabu, 8 Juni 2022 | 14:26 WIB
Ilustrasi: Petugas KM Doro Londa melempar tali sebelum bersandar dengan latar belakang bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/5/2022).  (Wahyu Putro A)
Ilustrasi: Petugas KM Doro Londa melempar tali sebelum bersandar dengan latar belakang bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/5/2022). (Wahyu Putro A)

SINAR HARAPAN - Kepala Ekonom Citibank Indonesia Helmi Arman Mukhlis memprediksikan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mampu tumbuh hingga 4,8 persen atau lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sebesar 3,69 persen (yoy).

“Kami memulai dengan pandangan yang hati-hati terhadap pertumbuhan PDB. Kami mengharapkan 4,8 persen untuk tahun ini,” katanya dalam Asian Development Bank (ADB) Indonesia bertajuk Indonesia Development Talk 6 di Jakarta, Rabu.

Helmi menuturkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen tahun ini akan didorong oleh beberapa faktor, seperti adanya perkembangan positif dalam harga komoditas.

Ia mengatakan terjadinya commodity boom membawa keuntungan tersendiri bagi Indonesia, khususnya terhadap neraca perdagangan yang terus mengalami surplus.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari sampai April 2022 mencapai 16,89 miliar dolar AS yang merupakan kinerja terbaik sejak 2017.

Surplus neraca perdagangan ini diperoleh dari nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan nilai impor pada periode tersebut yaitu nilai ekspor pada April 2022 mencapai 27,32 miliar dolar AS ,sedangkan nilai impor sebesar 19,76 miliar dolar AS.

“Karena kenaikan harga batu bara dan minyak sawit relatif tinggi, kita melihat ini telah membantu meningkatkan neraca perdagangan kita,” kata Helmi.

Di sisi lain ia menyarankan agar keuntungan dari commodity boom harus diinvestasikan agar dampak bagi perekonomian Indonesia lebih panjang dan berkelanjutan.

Terlebih lagi, keuntungan dari kenaikan harga komoditas global ini lebih banyak dirasakan oleh perusahaan dibandingkan masyarakat yang justru menerima imbas berupa inflasi yang berimplikasi terhadap naiknya harga di tingkat konsumen.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X