Paling Lama 20 Tahun Lagi, Akan Ada di dunia Ini Kota Jawa dan Kota Bali. Apa Iya?

- Selasa, 7 Juni 2022 | 09:31 WIB
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)
Marzuki Usman (Fotodok/sinarharapan.co)

Oleh : Marzuki Usman

Pada tahun 1977, di bulan September, penulis sebagai Direktur Investasi dan Kekayaan Negara (IKN), Departemen Keuangan Republik Indonesia, bertugas menyerahkan Kapal Terbang Pribadi yang membawa barang Narkoba, dirampas oleh Negara dan diserahkan ke AURI di Provinsi Bali.

Kota Denpasar waktu itu masih sangat asli sekali, Rumah-rumahnya masih banyak rumah adat Bali, dan pada jalan raya lagi belum penuh dengan mobil dan sepeda motor. Dan ternak Babi berjalan-jalan di setiap jalan kota Denpasar.

Maka tidak heran pada tahun 1927, Putera orang kaya di Amerika Serikat, Tuan John D. Rockefeller berbulan madu selama sebulan di pulau Bali. Orang Asing dari dahulu sampai sekarang berujar, “Visit Bali before you die!” Dalam bahasa kita, “Kunjungilah Bali sebelum engkau mati”.

Dan, ketika penulis menuntut ilmu pada tahun 1973 di Duke University, Kota Durham, North Carolina, teman penulis bertanya, “Ya Marzuki, Indonesia itu dimananya, di Bali?” Penulis kesal sekali, dan membatin, “Bule ini goblok bangat, tidak tahu Ilmu Bumi!”

Minggu lalu, penulis berkesempatan berkunjung ke Bali lagi, penulis mengeluh, “Wah ini di Kota Denpasar, di sepanjang jalan dari Denpasar ke Bedugul, sudah penuh dengan mobil dan sepeda motor dan sepanjang jalan itu sudah penuh dengan bangunan rumah tinggal dan pertokoan. Tidak ada lagi pemandangan sawah dan kebun-kebun.

Di satu pihak, penulis bersyukur bahwa rakyat Bali semakin bertambah kaya. Alhamdulillah. Di lain pihak, penulis mengeluh dan membatin kalau hal seperti ini dibiarkan tumbuh liar sekali, maka paling lama 20 tahun lagi, Pulau Bali yang berstatus sebagai Provinsi, akan berubah menjadi Kota Bali di dunia.

Dan kita, untuk mententeramkan rakyat Bali, maka kepada pemerintah di Bali, kita akan sebut, “Gubernur Khusus Kota Bali?”

Kasus kedua. Pulau Jawa, yang terdiri banyak kota-kota sebagai Ibu kota Provinsi dan Ibu kota Kabupaten, dan kota. Dahulu pada tahun 1966 penulis pernah mengendarai skuter-Vespa bersama seorang teman, mulai dari Yogyakarta, ke Semarang, ke Kudus, dan terus lagi ke Pekalongan.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: opini

Tags

Terkini

21 Pinjol Miliki Kredit Macet di Atas 5 Persen

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:34 WIB

Harga Saham PADA Sentuh ARB, Hold atau Jual?

Senin, 6 Februari 2023 | 12:48 WIB
X