• Senin, 15 Agustus 2022

Pemerintah Diminta Evaluasi Rencana Kenaikan Tiket Candi Borobudur

- Senin, 6 Juni 2022 | 20:47 WIB
Sejumlah wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu  (28/6). Candi peninggalan wangsa Syailendra yang dibangun pada abad IX tersebut tetap menjadi tujuan wisata favorit selama libur panjang Idulfitri 1438 H. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc/17. (ANIS EFIZUDIN)
Sejumlah wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6). Candi peninggalan wangsa Syailendra yang dibangun pada abad IX tersebut tetap menjadi tujuan wisata favorit selama libur panjang Idulfitri 1438 H. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc/17. (ANIS EFIZUDIN)

SINARHARAPAN--Pemerintah diminta mengevaluasi kenaikan tiket wisata ke ke Candi Borobudur menjadi Rp750.000 untuk turis lokal dan USD100 untuk turis asing dengan alasan konservasi. 

Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus mengatakan banyak aspirasi masyarakat yang merasa keberatan atas kenaikan harga tiket masuk tersebut. "Harga tiket itu bisa lebih besar dari UMR buruh bila berkunjung dengan keluarga," kata Deddy, Senin (6/6). 

"Kalau pakai prinsip konservasi yang dipakai, harusnya yang dibatasi jumlah orangnya saja, dan bukan kemampuan keuangannya," tambahnya. 

Ia mengungkapkan harga tiket masuk ke situs Accropolis bersama 5 situs lainnya di Yunani hanya 30 euro atau sekitar Rp 464.000. Selain itu situs warisan dunia yang ada di Italia harga tiket Collosseum, Forum dan Palatio seharga 18 euro atau sekitar Rp 278.000.

"Saya harap kebijakan tersebut dikaji ulang dan berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat," tukasnya.

Baca Juga: Luhut Batasi Jumlah Pengunjung Candi Borobudur, Tiket Turis Lokal Kini Rp750 Ribu Sekali Masuk

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur, Jawa Tengah menjadi Rp 750.000 untuk wisatawan lokal.

Putu menilai, rencana ini tidak tepat dilakukan sekarang mengingat daya beli masyarakat masih rendah akibat pandemi Covid-19.

"Pemerintah lebih baik mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dengan bijaksana, bukan menjauhkan masyarakat dari warisan luhur budaya kita," kata Putu dalam keterangannya, Minggu (5/6).

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X