• Senin, 15 Agustus 2022

Investor Cemaskan Ancaman Resesi, Pasar Saham Asia Terjerembab

- Kamis, 2 Juni 2022 | 10:47 WIB
Bursa saham Jepang.  (Kim Kyung-Hoon)
Bursa saham Jepang. (Kim Kyung-Hoon)

SINAR HARAPAN - Pasar saham Asia jatuh pada awal perdagangan Kamis 2 Juni 2022, di tengah kekhawatiran investor yang meluas atas inflasi yang tinggi dan ancaman resesi, sementara harga minyak merosot menyusul laporan jaminan dari Arab Saudi atas produksi.

Pada perdagangan pagi, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,0 persen. Indeks saham unggulan China turun 0,45 persen, saham Australia turun 0,90 persen, KOSPI Seoul turun sekitar 1,0 persen dan Nikkei di Tokyo, melemah 0,26 persen.

Patokan global minyak mentah Brent terakhir turun lebih dari 2,0 persen per barel pada 113,86 dolar AS menjelang pertemuan negara-negara produsen minyak yang diperkirakan akan membuka jalan bagi peningkatan produksi.

Minyak mentah AS juga turun lebih dari 2,0 persen menjadi diperdagangkan di 112,55 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak semakin cepat setelah Financial Times melaporkan bahwa Arab Saudi mungkin siap untuk meningkatkan produksi minyak jika terjadi penurunan tajam dalam produksi Rusia.

"Ini akan diterima dengan baik oleh para pemimpin Barat mengingat inflasi - dan ekspektasi inflasi - tetap sangat tinggi, dan bank-bank sentral mencoba menaikkan suku bunga dengan risiko membawa ekonomi mereka ke dalam resesi," kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index di Sydney.

"Lebih banyak pasokan pada dasarnya menenangkan beberapa ketakutan inflasi itu, bahkan jika ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memerangi inflasi."

Kekhawatiran investor atas inflasi dan resesi telah memburuk di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh laju kenaikan suku bunga Federal Reserve AS, dampak perang Rusia-Ukraina pada harga pangan dan komoditas, serta kendala rantai pasokan yang diperburuk oleh pembatasan ketat COVID-19 di China.

Pada Rabu, sebuah survei yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Mei tidak banyak membantu meredakan kekhawatiran tersebut. Jamie Dimon, ketua dan kepala eksekutif JPMorgan Chase & Co menyamakan tantangan yang dihadapi ekonomi AS dengan "badai".

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Harga Batu Bara Melonjak, Stok PLN Aman?

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:38 WIB

Utang Luar Negeri RI Turun Perlahan Tapi Pasti

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:38 WIB

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X