• Rabu, 29 Juni 2022

Sekjen OECD Pesimistis Pajak Digital Global Bisa Disepakati Tepat Waktu

- Rabu, 25 Mei 2022 | 09:59 WIB
Foto Dokumen: Sekretaris Jenderal OECD yang akan datang dan mantan Menteri Keuangan Australia Mathias Cormann  (Ian Langsdon)
Foto Dokumen: Sekretaris Jenderal OECD yang akan datang dan mantan Menteri Keuangan Australia Mathias Cormann (Ian Langsdon)

SINAR HARAPAN - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada Selasa 24 Mei 2022 mengakui untuk pertama kalinya bahwa kesepakatan pajak digital global mungkin membutuhkan waktu satu tahun lebih lama untuk diterapkan.

Kesepakatan, yang diharapkan OECD untuk ditandatangani pada pertengahan tahun ini, akan memberi negara lain bagian yang lebih besar dari penerimaan pajak atas pendapatan grup digital besar AS seperti Apple Inc dan Alphabet Inc Google.

Ini adalah yang pertama dari dua pilar perombakan terbesar aturan pajak lintas batas dalam satu generasi. Kedua pilar tersebut semula dimaksudkan untuk diterapkan pada 2023. Perombakan tersebut juga mencakup rencana pajak perusahaan global minimum 15 persen untuk perusahaan multinasional besar.

Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann mengatakan kepada panel di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bahwa kemajuan dalam menyelesaikan rincian teknis pada kesepakatan pajak digital berjalan kurang cepat dari yang direncanakan.

"Kami sengaja menetapkan garis waktu yang sangat ambisius untuk implementasi pada awalnya untuk menjaga tekanan ... tetapi saya menduga kemungkinan besar kami akan berakhir dengan implementasi praktis mulai 2024 dan seterusnya," katanya.

Sementara itu, pemerintahan Biden dan Uni Eropa sedang berjuang untuk meloloskan undang-undang yang mengimplementasikan kesepakatan pajak minimum global yang disepakati Oktober lalu oleh hampir 140 negara.

Cormann mengatakan "secara nyata" merupakan kepentingan Amerika Serikat untuk bergabung dengan kesepakatan itu dan mengatakan dia "sangat optimis" sebuah kompromi akan disajikan di Uni Eropa yang dapat didukung oleh semua anggota.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa hingga akhir Juni, mengatakan pada Selasa (24/5/2022) bahwa dia yakin para menteri keuangan Uni Eropa akan dengan suara bulat mendukung pajak minimum global bulan depan.

Persetujuan oleh Uni Eropa telah ditahan oleh keberatan dari Polandia, yang memveto kompromi pada April untuk meluncurkan kesepakatan 137 negara di dalam Uni Eropa.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X