• Minggu, 3 Juli 2022

Awal Pekan, Pasar Saham Asia Hadapi Ketidakpastian Prospek Ekonomi Global

- Senin, 23 Mei 2022 | 10:10 WIB
Seorang pria berdiri di jembatan penyeberangan dengan papan elektronik yang menunjukkan indeks saham Shanghai dan Shenzhen, di distrik keuangan Lujiazui di Shanghai, Cina (6/1/2021).  (Aly Song)
Seorang pria berdiri di jembatan penyeberangan dengan papan elektronik yang menunjukkan indeks saham Shanghai dan Shenzhen, di distrik keuangan Lujiazui di Shanghai, Cina (6/1/2021). (Aly Song)

SINAR HARAPAN - Pasar saham Asia menghadapi awal yang tidak pasti pada perdagangan Senin 23 Mei 2022 pagi, karena kekhawatiran inflasi yang terus-menerus dan prospek kenaikan suku bunga menghambat prospek ekonomi global, yang tetap terperosok dalam sentimen negatif.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,04 persen, setelah ekuitas AS mengakhiri sesi akhir peka lalu dengan kenaikan tak berarti untuk hari itu. Indeks MSCI jatuh 3,6 persen sejauh bulan ini.

Pada awal perdagangan, saham Australia naik 0,2 persen, sementara indeks saham Nikkei Jepang naik 0,85 persen.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun menguat menjadi 2,7883 persen dari penutupan AS di 2,787 persen pada Jumat (20/5/2022).

Imbal hasil obligasi dua tahun, yang naik bersama ekspektasi pedagang untuk suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 2,5869 persen, dari sebelumnya di 2,583 persen.

Ketidakpastian dalam sentimen pasar minggu ini mengikuti sedikit kenaikan S&P 500 pada Jumat (20/5/2022) hanya 0,01 persen. Sementara Nasdaq turun 0,30 persen dana Dow Jones Industrial Average naik 0,03 persen.

Terlepas dari kenaikan marjinal, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat kerugian tujuh minggu berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak akhir gelembung dotcom pada 2001.

Indeks Dow mengalami penurunan mingguan kedelapan berturut-turut, terpanjang sejak 1932 selama Depresi Hebat (Great Depression).

Tekanan inflasi tetap menjadi perhatian utama bagi investor, mengingat angka inflasi grosir Jerman yang dipublikasikan pada Jumat (20/5/2022 menunjukkan lonjakan yang lebih tinggi dari perkiraan yang mengindikasikan harga-harga akan tetap tinggi dalam jangka pendek di masa depan.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X