• Sabtu, 2 Juli 2022

Permintaan di AS Makin Menguat, Harga Minyak di Perdagangan Asia Naik

- Senin, 23 Mei 2022 | 09:48 WIB
Ilustrasi - Sebuah tangki minyak terlihat di dalam Perusahaan Minyak dan Gas Pelabuhan Ras Lanuf di Ras Lanuf, Libya. (Esam Omran Al-Fetori)
Ilustrasi - Sebuah tangki minyak terlihat di dalam Perusahaan Minyak dan Gas Pelabuhan Ras Lanuf di Ras Lanuf, Libya. (Esam Omran Al-Fetori)

SINAR HARAPAN - Harga minyak naik pada awal perdagangan Asia pada Senin 23 Mei 2022 pagi, karena permintaan bahan bakar AS, pasokan yang ketat dan dolar AS yang sedikit lebih lemah mendukung pasar, serta ketika Shanghai bersiap untuk dibuka kembali setelah penguncian dua bulan yang memicu kekhawatiran tentang perlambatan tajam dalam pertumbuhan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 82 sen menjadi diperdagangkan di 113,37 dolar AS per barel pada pukul 01.26 GMT, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 69 sen atau 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 110,97 dolar AS per barel, menambah keuntungan kecil minggu lalu untuk kedua kontrak.

"Harga minyak didukung karena pasar bensin tetap ketat di tengah permintaan yang kuat menuju puncak musim mengemudi AS," kata Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes.

"Kilang-kilang biasanya dalam mode meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan para pengemudi AS di SPBU."

Musim puncak mengemudi di AS biasanya dimulai pada akhir pekan Memorial Day pada akhir Mei dan berakhir pada Hari Buruh pada September.

Para analis mengatakan meskipun ada kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar yang berpotensi mengurangi permintaan, data mobilitas dari TomTom dan Google telah naik dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak orang berada di jalan di tempat-tempat seperti Amerika Serikat.

"Data frekuensi tinggi menunjukkan permintaan terus meningkat," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Dolar AS yang lebih lemah juga mengirim minyak lebih tinggi pada Senin, karena itu membuat minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Namun, keuntungan pasar telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang upaya China untuk menghancurkan COVID dengan penguncian, bahkan ketika Shanghai yang akan dibuka kembali pada 1 Juni.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X