• Sabtu, 13 Agustus 2022

Investor Ambil Untung, Harga Minyak Tergelincir di Asia

- Senin, 16 Mei 2022 | 09:41 WIB
Ilustrasi - Miniatur pompa sumur minyak cetak 3D terlihat di depan grafik stok yang ditampilkan dan logo OPEC (14/4/2020).  (Dado Ruvic)
Ilustrasi - Miniatur pompa sumur minyak cetak 3D terlihat di depan grafik stok yang ditampilkan dan logo OPEC (14/4/2020). (Dado Ruvic)

SINAR HARAPAN - Harga minyak tergelincir di perdagangan Asia pada Senin 16 Mei 2022 pagi, menyerahkan keuntungan sebelumnya karena investor mengambil keuntungan setelah lonjakan pada sesi sebelumnya, tetapi kekhawatiran pasokan global membayangi dengan Uni Eropa bersiap untuk secara bertahap melarang impor dari Rusia.

Minyak mentah berjangka Brent turun 64 sen atau 0,6 persen, menjadi diperdagangkan di 110,91 dolar AS per barel pada pukul 01.37 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berkurang 60 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 109,89 dolar AS per barel.

Kedua harga acuan minyak, yang melonjak sekitar 4,0 persen pada Jumat (13/5), sebelumnya meningkat lebih dari satu dolar AS per barel, dengan WTI mencapai tertinggi sejak 28 Maret di 111,71 dolar AS per barel.

"Pasar minyak diperkirakan akan naik minggu ini karena larangan yang tertunda oleh Uni Eropa terhadap minyak Rusia akan semakin memperketat pasokan minyak mentah dan bahan bakar global," kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd.

Uni Eropa masih bertujuan untuk menyetujui embargo bertahap pada minyak Rusia bulan ini meskipun ada kekhawatiran tentang pasokan di Eropa timur, empat diplomat dan pejabat mengatakan pada Jumat (13/5), menolak saran penundaan atau memperlonggar proposal.

Pekan lalu, Moskow - yang menyebut tindakannya di Ukraina "operasi militer khusus" - menjatuhkan sanksi pada beberapa perusahaan energi Eropa, menyebabkan kekhawatiran tentang pasokan.

Sementara itu, bensin berjangka AS kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin karena penurunan stok memicu kekhawatiran pasokan.

"Harga minyak tetap bullish, terutama kontrak jangka pendek WTI, karena harga bensin AS terus naik di tengah melemahnya impor produk minyak dari Eropa," kata Saito dari Fujitomi Securities.

Di sisi pasokan, perusahaan energi AS dalam seminggu hingga 13 Mei menambahkan rig minyak dan gas alam selama delapan minggu berturut-turut karena harga tinggi dan dorongan oleh pemerintah federal mendorong pengebor untuk kembali ke sumur minyak.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X