• Jumat, 7 Oktober 2022

Bayar Gas Rusia, Perusahaan Energi Italia Buka Rekening dalam Rubel

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:33 WIB
Tanda perusahaan energi Italia Eni terlihat saat mobil mengisi tangki di pompa bensin Egyptian International Gas Technology "Gastec" di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, selatan Kairo, Mesir 6 Februari 2021.  (Amr Abdallah Dalsh)
Tanda perusahaan energi Italia Eni terlihat saat mobil mengisi tangki di pompa bensin Egyptian International Gas Technology "Gastec" di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, selatan Kairo, Mesir 6 Februari 2021. (Amr Abdallah Dalsh)

Untuk sementara, Perdana Menteri Mario Draghi mengatakan pada Rabu 11 Mei 2022 beberapa importir sudah bekerja dengan rencana pembayaran Rusia, meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka.

Tanpa keputusan resmi tentang masalah ini, dia mengatakan itu adalah "zona abu-abu".

Komisi Eropa dan Gazprom tidak segera berkomentar pada Jumat 13 Mei 2022, sementara kantor Eni dan Draghi menolak berkomentar.

Importir gas Jerman VNG mengatakan akan mentransfer pembayaran euro untuk gas Rusia ke Gazprombank di masa depan dan mengharapkan tidak ada masalah selama konversi ke rubel.

Sementara situasi masih belum jelas bagi importir Uni Eropa, Rusia juga menunjukkan tanda-tanda keraguan karena gas merupakan sumber pendapatan utama.

Menyusul pemutusan pasokan ke Bulgaria dan Polandia, pada Rabu 11 Mei 2022 Moskow memberlakukan sanksi terhadap anak perusahaan Eropa Gazprom setelah Ukraina menghentikan rute transit gas utama.

Gazprom telah menulis kepada perusahaan-perusahaan yang menjelaskan sebagian skema rubel. Menurut satu sumber, Eni menerima surat yang mengatakan kontrak dan pembayaran akan tetap dalam euro sementara Gazprom akan menanggung semua risiko berikutnya termasuk konversi ke dalam rubel.

Eni, yang 30 persen dikuasai oleh negara Italia, memegang kontrak jangka panjang dengan Gazprom yang berakhir pada 2035. Tahun lalu, perusahaan itu mengimpor sekitar 30 miliar meter kubik gas Rusia.

CEO Eni Claudio Descalzi telah melakukan perjalanan dengan menteri pemerintah dalam beberapa bulan terakhir untuk mengamankan aliran gas alternatif guna membantu Italia dan Eropa menghentikan diri dari gas Rusia. ***

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

BI Siap Kuatkan Ekosistem Global Halal Hub

Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:56 WIB

Turun Sejak Agustus, Saham SCMA Siap Rebound?

Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:05 WIB

Penerimaan Pajak Januari-Agustus Tumbuh 58,1%

Kamis, 6 Oktober 2022 | 11:27 WIB

Mendag: Ekportir Harus Tingkatkan Kualitas Produk

Kamis, 6 Oktober 2022 | 11:06 WIB

Harga Emas Berbalik Melemah, Ada Apa?

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:55 WIB

IHSG Naik Tipis, Saham COAL Berhasil Rebound

Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:58 WIB
X