• Kamis, 26 Mei 2022

Bayar Gas Rusia, Perusahaan Energi Italia Buka Rekening dalam Rubel

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:33 WIB
Tanda perusahaan energi Italia Eni terlihat saat mobil mengisi tangki di pompa bensin Egyptian International Gas Technology "Gastec" di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, selatan Kairo, Mesir 6 Februari 2021.  (Amr Abdallah Dalsh)
Tanda perusahaan energi Italia Eni terlihat saat mobil mengisi tangki di pompa bensin Egyptian International Gas Technology "Gastec" di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, selatan Kairo, Mesir 6 Februari 2021. (Amr Abdallah Dalsh)

SINAR HARAPAN - Grup perusahaan energi Italia, Eni akan memulai proses pembukaan rekening dalam mata uang rubel minggu depan untuk membayar gas Rusia kecuali jika dinyatakan melanggar sanksi, kata tiga sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Pada Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan produsen gas alam terbesar di dunia itu akan meminta negara-negara yang dia sebut "tidak bersahabat" untuk membayar bahan bakar dalam rubel, sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang diberlakukan setelah Moskow menginvasi Ukraina.

Para importir gas Eropa telah menghabiskan waktu berminggu-minggu mencari kejelasan dari pemerintah mereka dan Brussels karena mereka khawatir membayar dalam rubel dapat melanggar sanksi, sementara menolak untuk melakukannya dapat memicu gangguan pasokan besar.

Eni, salah satu importir gas Rusia terbesar di Eropa, menghadapi tenggat waktu untuk membayar Gazprom milik negara Rusia sekitar 20 Mei, dan sedang bersiap untuk membuka rekening rubel dengan Gazprombank, kata sumber tersebut.

"Eni membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk menilai perkembangan tetapi harus memulai prosedur untuk membuka akun rubel minggu depan atau berisiko melanggar kontrak," kata salah satu sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

Sumber lain mengatakan Eni menunggu hingga saat-saat terakhir untuk membuat keputusan "agar bisa mengambil stok penuh".

Di bawah sistem pembayaran Rusia yang baru, pembeli wajib menyetorkan euro atau dolar ke rekening di bank swasta Rusia Gazprombank, yang akan mengubah uang tunai menjadi rubel, menempatkan hasilnya di rekening lain milik pembeli asing dan mentransfer pembayaran dalam mata uang Rusia ke Gazprom.

Rusia menghentikan pasokan gas ke Bulgaria dan Polandia pada akhir April setelah mereka menolak untuk membayar dalam rubel.

Komisi Eropa telah memperingatkan pembeli gas Rusia bahwa mereka dapat melanggar sanksi jika mereka mengubah pembayaran gas menjadi rubel, meskipun para pejabat belum mengklarifikasi sikap Uni Eropa tentang skema tersebut.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X