• Kamis, 11 Agustus 2022

Aspakrindo: Investor Kripto Dapat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

- Jumat, 13 Mei 2022 | 20:00 WIB
Representasi mata uang kripto Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin ditempatkan pada motherboard PC dalam ilustrasi ini diambil, 29 Juni 2021.  (Dado Ruvic)
Representasi mata uang kripto Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin ditempatkan pada motherboard PC dalam ilustrasi ini diambil, 29 Juni 2021. (Dado Ruvic)

SINAR HARAPAN - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68 Tahun 2022 akan mendorong pertumbuhan industri kripto.

"Diharapkan dengan adanya aturan PMK 68 ini bisa mendorong pertumbuhan industri kripto di dalam negeri, karena ada kepastian hukum yang lebih kuat dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor. Para pelaku pasar dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui pajak transaksi aset kripto yang dibayarkan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat 13 Mei 2022.

Saat ini, asosiasi dan para pedagang aset kripto telah menerapkan PMK Nomor 68 Tahun 2022 dan terus melakukan sosialisasi serta edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerapan, besaran potongan pajak, dan dampak bagi investor.

Diharapkan aturan ini bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi kripto di dalam negeri.

Adapun terkait kondisi pasar aset kripto yang saat ini sedang mengalami tekanan, Kurniawan Harmanda menyebut pelaku pasar kripto perlu bersikap tenang dan hati-hati.

"Ruang kripto masih merupakan pasar baru di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja, pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi, tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh," katanya.

Ketidakpastian lain juga mengganggu sentimen investor, seperti perang antara Rusia dengan Ukraina, inflasi, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan China yang melambat, dan dampak COVID-19 yang terjadi bersamaan.

"Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” katanya.

Diharapkan pasar kripto kembali stabil seiring dengan pemulihan pasar modal yang saat ini juga sedang tertekan.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Ribuan UMKM Akan Mengikuti Surabaya Great Expo 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Indeks Manufaktur Bulan Juli Terdongkrak Program P3DN

Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:35 WIB
X