• Rabu, 17 Agustus 2022

BNI Didesak Berhenti Mendanai Perusahaan Batu Bara, Ini Alasannya

- Kamis, 12 Mei 2022 | 22:30 WIB
Petisi Minta BNI Stop Danai Perusahaan Batu Bara.  (Change.org)
Petisi Minta BNI Stop Danai Perusahaan Batu Bara. (Change.org)

SINAR HARAPAN - Komunitas Free Fosil Kampus Indonesia menuntut kepada Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menghentikan pembiayaan ke industri baru bara.

Sebab berdasarkan studi lembaga Urgewald dan Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) pada tahun 2021 lalu menunjukan beberapa bank di Indonesia memberikan pinjaman ke perusahaan batu bara yang terdaftar dalam Global Coal Exit List (GCEL) 2020. Dan salah satunya BNI.

Total pinjaman yang digelontorkan pada periode 2018 hingga 2020 senilai 6,29 Miliar USD atau Rp89 Triliun dan yang dalam bentuk underwriting sebesar 2,64 miliar USD atau Rp16,6 Triliun.

Berdasarkan pantauan di website change.org, Kamis 12 Mei 2022, Komunitas Free Fosil Kampus Indonesia membuat petisi yang sudah ditandatangani hampir 10.000 persisnya 9.523.

Komunitas yang berasal dari dua kampus negeri UI dan UGM itu merasa berhak untuk menolak kebijakan BNI tersebut. Sebab mereka adalah nasabah BNI sebagaimana BNI bekerjasama dengan 166 kampus di Indonesia.

“Supaya mahasiswanya menjadi nasabah untuk menyetor biaya pendidikan melalui BNI. Artinya, secara gak langsung kita juga ikut menyumbang kerusakan alam,” tulis mereka.

Dalam laporan ieefa.org yang berjudul Indonesian Coal: No Bailout, Don’t Throw Good Money After Bad, disebutkan BNI memberikan pinjaman ke dua perusahaan pertama PT Tambang Batubara Bukit Asam dan Toba Bara.

Namun dalam laporan tersebut tidak disebutkan berapa total pinjaman yang digelontorkan BNI ke dua perusahaan tersebut.

Laporan yang dipimpin peneliti IEEFA Ghee Peh hanya menunjukan jumlah pinjaman kedua perusahaan tersebut. Seperti Tambang Batubara Bukit Asam yang memiliki pinjaman sebesar 11, 7 juta USD yang terdiri dari pinjaman BNI, BRI, Mandiri, UOB.

Lalu Toba Bara dengan nilai pinjaman sebesar 258.3 juta USD dari Bangkok Bank, BNI, Mandiri, PT SMI, KEB Hana.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Siaran Pers

Tags

Terkini

Volatilitas Harga Minyak Buat Investor Lelah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:44 WIB

Mau Serok Saham Walmart (WMT)? Baca dulu!

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:46 WIB

Pidato Jokowi Manjur ! IHSG mendadak ditutup menguat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:47 WIB

Jokowi Dorong Terus UMKM Masuk Ekosistem Digital

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:23 WIB

IHSG Dibuka Menghijau , Alfamart Cuan Banget!

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:03 WIB

Harga Batu Bara Melonjak, Stok PLN Aman?

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:38 WIB
X