• Senin, 4 Juli 2022

Usai Libur Panjang Hari Buruh Saham China Dibuka Melemah, Yuan Sebaliknya

- Kamis, 5 Mei 2022 | 09:24 WIB
Arsip Foto - Seorang pria yang mengenakan masker terlihat di dalam gedung Bursa Efek Shanghai, saat negara itu dilanda wabah virus corona baru, di distrik keuangan Pudong di Shanghai, Cina, Jumat (28/2/2020).  (Aly Song)
Arsip Foto - Seorang pria yang mengenakan masker terlihat di dalam gedung Bursa Efek Shanghai, saat negara itu dilanda wabah virus corona baru, di distrik keuangan Pudong di Shanghai, Cina, Jumat (28/2/2020). (Aly Song)

SINAR HARAPAN - Saham-saham China dibuka lebih rendah pada Kamis 5 Mei 2022 pagi, setelah libur panjang hari buruh dan mencatat kenaikan tajam akhir pekan lalu, dengan indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai terkikis 0,07 persen menjadi diperdagangkan di 3.044,85 poin.

Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka melemah 0,84 persen, menjadi diperdagangkan pada 10.928,68 poin.

Indeks ChiNext yang melacak saham perusahaan-perusahaan sedang berkembang atau perusahaan rintisan (start-up) di papan perdagangan bergaya Nasdaq China, dibuka merosot 2,38 persen menjadi diperdagangkan di 2.263,92 poin.

Sementara itu Yuan melonjak 505 basis poin menjadi 6,5672 terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis, setelah jeda tiga hari untuk libur hari buruh dan menyusul penurunan tajam selama delapan hari berturut-turut tertekan prospek pertumbuhan dan penguncian di China, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar 2,0 persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank pada setiap hari kerja. ***

Editor: Joko M

Tags

Terkini

Indonesia-China Tingkatkan Kerjasama Investasi

Senin, 4 Juli 2022 | 17:04 WIB
X