• Selasa, 4 Oktober 2022

JCB: Tumbuh Pesat, Transaksi non Tunai dan Penetrasi Ponsel Pintar di Indonesia

- Senin, 11 April 2022 | 15:05 WIB
JCB optimistis terhadap pertumbuhan pasar kartu pembayaran internasional di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. (JCB)
JCB optimistis terhadap pertumbuhan pasar kartu pembayaran internasional di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. (JCB)

SINAR HARAPAN - JCB, sebuah merek pembayaran internasional dari Jepang, optimistis terhadap pertumbuhan pasar kartu pembayaran internasional di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.

JCB menilai, Indonesia adalah salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki potensi sangat strategis dengan pertumbuhan transaksi non tunai yang sangat cepat.

"Masyarakat ASEAN memiliki pandangan yang positif tentang Jepang dan sebaliknya. Maka dari itu, kami percaya JCB, sebagai perusahaan Jepang dapat memberikan kontribusi nilai yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara," kata Presiden Direktur JCB Indonesia Takumi Takahashi lewat keterangan di Jakarta, Senin 11 April 2022.

Kawasan Asia Tenggara dinilai sangat potensial dengan populasi dan ekonomi yang terus bertumbuh. Dalam hal transaksi perbankan, penduduk yang memiliki akun bank dan kartu kredit masih rendah dibandingkan dengan total jumlah penduduk.

Tingkat kepemilikan rekening bank dan penetrasi kartu kredit di Asia Tenggara masih rendah, sedangkan tingkat penetrasi ponsel pintar sangat tinggi.

Oleh karena itu, JCB percaya bahwa teknologi dapat menjadi solusi pembayaran dan pemasaran baru berbasis ponsel pintar.

Untuk memperkuat layanannya di kawasan Asia Tenggara, JCB juga mendirikan ASEAN Business Enhancement and Creation Department di Singapura pada Juni 2021 lalu untuk menciptakan kesempatan-kesempatan bisnis baru.

"Hingga kini, JCB menggunakan citra merek Jepang untuk mengembangkan keanggotaan dan jaringan merchantnya. Kami berencana tidak hanya untuk lebih memperkuat konten "Jepang" kami untuk menarik pelanggan kami di Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan keunggulan lebih lanjut melalui fungsi ASEAN Business Enchancement and Creation Department," ujar Takumi.

Melalui ASEAN Business Enhancement and Creation Department, JCB dapat berkolaborasi dengan mitra global dan berinvestasi di startup dengan lebih leluasa. Hal itu tidak dapat dilakukan dengan lini bisnis yang sudah ada.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Freeport Tambah Investasi US$18,6 Miliar, Untuk Apa?

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Siang Ini 4 Oktober 2022, Rupiah Menguat Tipis

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Provinsi DIY Catat Inflasi Terendah Se-Pulau Jawa

Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:42 WIB

Pertamina RD Siap Tembus Pasar Eropa

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:38 WIB
X