• Selasa, 6 Desember 2022

Calon Wakil Ketua OJK Fauzi Ichsan Prioritas Atasi Problematika Industri Asuransi

- Rabu, 6 April 2022 | 20:54 WIB
Calon Wakil Ketua merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fauzi Ichsan dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (06/04/2022). (ANTARA/Agatha Olivia) (Agatha Olivia)
Calon Wakil Ketua merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fauzi Ichsan dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (06/04/2022). (ANTARA/Agatha Olivia) (Agatha Olivia)

SINAR HARAPAN - Calon Wakil Ketua merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fauzi Ichsan menilai masalah industri asuransi di Indonesia harus segera diselesaikan oleh OJK.

Maka dari itu, tujuan pertama dirinya jika terpilih menjadi Wakil Ketua OJK adalah menyelesaikan seluruh masalah asuransi di Indonesia, baik kasus PT Asuransi Jiwasraya, PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera, dan PT Asabri selama dua tahun ke depan.

"Karena kalau kita belum bisa menyelesaikan masalah-masalah yang pelik di depan mata, akan susah bagi kita untuk memiliki visi dan misi yang realistis," ujar Fauzi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu 6 April 2022.

Selain itu, pria yang masih menjabat sebagai Komisaris Independen Indonesia Financial Group (IFG) ini mengatakan jika masalah asuransi di Tanah Air tak terselesaikan, biaya resolusinya akan membesar.

Sebagai contoh, Jiwasraya yang sudah memiliki defisit ekuitas sejak tahun 2006 dan dibiarkan berlarut-larut, sehingga otomatis biaya resolusinya sangat besar.

Sementara itu untuk kasus Bumiputera, Fauzi berpendapat penyelesaian masalah bisa dilakukan melalui langkah edukatif kepada nasabah, dengan mengumpulkan para perwakilan dari pemegang polis untuk memberitahukan bahwa mereka adalah pemegang saham.

"Berdasarkan peraturan, pemegang saham yang harus melalui rekapitalisasi perusahaan yang bermasalah. Tetapi mayoritas pemegang polis Bumiputera sepengetahuan saya tidak mengerti bahwa mereka adalah pemegang saham," tuturnya.

 Dari sisi permodalan, ia menyebutkan terdapat opsi untuk Bumiputera mengonversi kewajiban polis menjadi ekuitas yang membutuhkan komunikasi yang sangat dalam, hingga menarik investor baru.

Maka dari itu, OJK diharapkan bisa mencari solusi agar pemegang polis Bumiputera masih bisa mendapatkan nilai yang ada dan tidak menimbulkan keresahan.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap IPO Bulan Ini, ISAP Tambah Mesin Produksi

Senin, 5 Desember 2022 | 11:14 WIB

PUPR Siap Operasikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:13 WIB

REI Siap Jajaki Investasi di IKN Nusantara

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:21 WIB
X