• Rabu, 30 November 2022

Aksi Joe Biden Bikin Harga Minyak Dunia Melorot

- Jumat, 1 April 2022 | 09:34 WIB
Grafik perkembangan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan harga pasar elpiji (CP Aramco).  (Kementerian ESDM)
Grafik perkembangan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan harga pasar elpiji (CP Aramco). (Kementerian ESDM)

SINAR HARAPAN - Harga minyak turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 1/4/2022 pagi WIB), karena Presiden Joe Biden mengumumkan rilis terbesar dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS dan meminta perusahaan-perusahaan minyak untuk meningkatkan pengeboran guna menambah pasokan.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei kehilangan 7,54 dolar AS atau atau 7,0 persen, menjadi menetap di 100,28 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh level terendah 99,66 dolar AS.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tergelincir 5,54 dolar AS atau 4,9 persen, menjadi ditutup pada 107,91 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Kontrak berjangka Juni yang lebih aktif diperdagangkan turun 5,6 persen pada 105,16 dolar AS per barel, setelah jatuh 7,0 dolar AS di awal sesi.

Kedua kontrak acuan tersebut membukukan persentase kenaikan kuartalan tertinggi sejak kuartal kedua 2020, dengan Brent melonjak 38 persen, dan WTI melambung 34 persen, didorong terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari yang disebut Moskow sebagai "Operasi Militer Khusus."

"Ini adalah pasar di mana setiap barel diperhitungkan dan (pelepasan SPR) adalah volume minyak yang signifikan ditempatkan di pasar untuk jangka waktu yang lama," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

Pelepasan 180 juta barel oleh Biden setara dengan sekitar dua hari permintaan global, dan menandai ketiga kalinya Washington memanfaatkan SPR dalam enam bulan terakhir.

Mulai Mei, Amerika Serikat akan melepaskan 1 juta barel per hari minyak mentah selama enam bulan dari Cadangan Minyak Strategis, kata Biden, menambahkan bahwa 30 juta hingga 50 juta barel minyak dapat dilepaskan oleh sekutu dan mitra.

"Kita perlu meningkatkan pasokan ... Perusahaan minyak yang duduk di sumur menganggur atau sewa yang tidak terpakai harus mulai memproduksi atau membayar kelambanan mereka," katanya.

Anggota lain dari Badan Energi Internasional (EIA) juga dapat melepaskan barel untuk mengimbangi ekspor Rusia yang hilang setelah negara itu terkena sanksi berat karena invasi ke Ukraina.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Sah! UMP Jawa Barat Tahun 2023 Naik 7,8 Persen

Selasa, 29 November 2022 | 05:57 WIB
X