• Selasa, 6 Desember 2022

Mitsubishi Power Tawarkan Teknologi Co-Firing Biomassa untuk PLTU

- Kamis, 31 Maret 2022 | 18:38 WIB
PT PLN (Persero) berhasil menerapkan co-firing atau pencampuran biomassa dengan batu bara pada 28 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan total energi hijau yang dihasilkan 96.061 Megawatt hour (MWh) hingga Februari 2022.  (Try M Hardi)
PT PLN (Persero) berhasil menerapkan co-firing atau pencampuran biomassa dengan batu bara pada 28 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan total energi hijau yang dihasilkan 96.061 Megawatt hour (MWh) hingga Februari 2022. (Try M Hardi)

SINAR HARAPAN - Perusahaan penyedia solusi daya Mitsubishi Power mengajukan proposal kepada pemerintah Indonesia terkait penerapan teknologi co-firing biomassa untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna meningkatkan proporsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.

"Biomassa adalah sumber bahan bakar rendah karbon dan terbarukan. Sebagai sumber daya terbarukan yang berharga di Indonesia, ini berpotensi dapat menggerakkan transisi energi negara dalam waktu dekat," kata Presiden Mitsubishi Power Indonesia Kazuki Ishikura dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Kazuki menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan hasil pembahasan yang dilakukan sejak penandatanganan nota kesepahaman oleh tim kolaborasi industri-akademisi pada September 2020.

Tim tersebut terdiri dari Mitsubishi Power, penyedia listrik milik negara PT PLN (Persero), dua anak usaha PLN (PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa-Bali), dan Institut Teknologi Bandung.

Pemerintah Indonesia kini menerapkan kebijakan energi yang bertujuan untuk meningkatkan proporsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada 2025, sebagai bagian dari tujuannya untuk mencapai netralitas karbon pada 2060.

Untuk mendukung kebijakan ini, jelas Kazuki, proposal yang dipaparkan menyatakan bahwa mempromosikan co-firing biomassa di Indonesia di mana PLTU menyumbang persentase yang tinggi dalam bauran energi dan menjadi pilihan jangka pendek yang optimal untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Tak hanya itu, proposal juga menguraikan inisiatif yang diperlukan dan tantangan yang perlu ditangani dalam mempromosikan penggunaan co-firing biomassa.

Dalam merumuskan proposal tersebut, lima penandatangan nota kesepahaman berkolaborasi dalam memilih komponen bahan bakar biomassa yang sesuai, menentukan ruang lingkup peningkatan fasilitas yang diperlukan, dan melakukan evaluasi pada aspek ekonomi.

Proposal tersebut mengintegrasikan keahlian Grup PLN dalam mengoperasikan berbagai PLTU di Indonesia dan teknologi co-firing biomassa milik Mitsubishi Power, dan mencerminkan analisis kebijakan lokal serta riset pasar bahan bakar biomassa yang dilakukan di Indonesia di bawah kepemimpinan Institut Teknologi Bandung.

Halaman:

Editor: Joko M

Tags

Terkini

Siap IPO Bulan Ini, ISAP Tambah Mesin Produksi

Senin, 5 Desember 2022 | 11:14 WIB

PUPR Siap Operasikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:13 WIB

REI Siap Jajaki Investasi di IKN Nusantara

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:21 WIB
X