• Selasa, 4 Oktober 2022

YLKI Maklumi Jika Harga Pertamax Naik

- Kamis, 24 Maret 2022 | 16:44 WIB
Seorang petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax ke mobil konsumen di SPBU Pertamina, Cikini, Jakarta, Jumat (3/8).  (Andika Wahyu)
Seorang petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax ke mobil konsumen di SPBU Pertamina, Cikini, Jakarta, Jumat (3/8). (Andika Wahyu)

SINAR HARAPAN - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, masyarakat perlu paham, bahwa Pertamax bukan jenis produk bersubsidi sehingga harga jual bahan bakar minyak (BBM) yang diperuntukkan bagi kalangan mampu tersebut sepenuhnya mengikuti pergerakan harga pasar.

“Jadi, kalau memang harganya naik, itu sepenuhnya corporate approach. Tidak bisa diintervensi dan harus dimaklumi semua pihak, termasuk juga Pemerintah," ujar Tulus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Apalagi, tambahnya, pemerintah sudah menyatakan bahwa harga keekonomian Pertamax sangat tinggi sehingga dapat dipahami jika BBM jenis tersebut memang perlu penyesuaian.

"Ya memang wajar. Tinggal kemudian, bagaimana penyesuaian tersebut bisa dilakukan dengan baik dan benar, sehingga bisa diterima dengan baik juga oleh masyarakat," katanya.

Menurut dia, yang harus menjadi perhatian adalah seberapa besar dukungan Pemerintah di lapangan, dalam hal ini, agar Pertamina tidak menjadi pihak yang dipersalahkan jika ke depan, terdapat ketidakpuasan atau tantangan dari masyarakat.

Guna mengantisipasi risiko tersebut, salah satu opsi yang bisa dilakukan Pemerintah adalah mengalihkan pengumuman kenaikan harga Pertamax dari Pertamina ke Kementerian ESDM.

"Jadi, jangan karena ini corporate approach, lalu Pertamina ditinggalkan dan terjepit di tengah. Pemerintah harus ambil action, misalnya untuk pengumumannya agar Pertamina tidak diserang," katanya.

Atau, tambahnya, jika pemerintah tidak ingin melakukan hal tersebut maka bisa membayar selisih antara harga jual dan harga keekonomian.

"Dengan begitu, jadi fair untuk semua," tegas Tulus.

Halaman:

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Freeport Tambah Investasi US$18,6 Miliar, Untuk Apa?

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Siang Ini 4 Oktober 2022, Rupiah Menguat Tipis

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Provinsi DIY Catat Inflasi Terendah Se-Pulau Jawa

Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:42 WIB

Pertamina RD Siap Tembus Pasar Eropa

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:38 WIB
X