• Kamis, 7 Juli 2022

Pupuk Indonesia Bukukan Kinerja Positif di Tengah Pandemi

- Selasa, 21 Juli 2020 | 15:53 WIB
Aas Asikin Idat
Aas Asikin Idat

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kinerja konsolidasi positif sepanjang Januari-Mei 2020 meski dibayangi pandemi COVID-19, mulai dari bertumbuhnya kinerja pendapatan, produksi, hingga penjualan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat dalam keterangan di Jakarta, Selasa (21/7/2020), mengatakan, sepanjang Januari-Mei 2020, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 32,62 triliun, atau setara 43,2 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 yang sebesar Rp 75,5 triliun.

Capaian pendapatan tersebut meningkat dibandingkan capaian pendapatan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 30 triliun.

"Kami pun mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 1,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,43 triliun. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang berulang kali menyampaikan bahwa BUMN mempunyai peranan vital di masa pandemi, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan publik," katanya.

Pupuk Indonesia melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pusri Palembang, Pupuk Kujang dan Pupuk Iskandar Muda, tetap fokus menjalankan tugas Public Service Obligation (PSO) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi bagi petani guna menjaga produksi pangan nasional.

Hingga saat ini, total distribusi pupuk bersubsidi kepada petani penerima subsidi yang berdasarkan data sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e- RDKK) telah mencapai sebesar 4.762.673 ton atau setara 59,9 persen dari target RKAP dan pupuk non PSO sebesar 2.388.367 ton atau setara 52,2 persen dari target.

Aas menambahkan, sepanjang periode Januari-Mei 2020, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pupuk komersil. Penjualan komersil melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton menjadi 2,01 juta ton dibandingkan kurun waktu yang sama di 2019.

Secara pendapatan, penjualan pupuk komersil meningkat 38,35 persen menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 5,45 triliun. Kemudian pendapatan jasa juga meningkat 34,53 persen menjadi Rp 4,13 triliun dari Rp 3,07 triliun.

Dari segi produksi, volume produksi produk pupuk perseroan sepanjang tahun ini tercatat telah mencapai 6.210.818 ton. Angka ini terdiri dari 4.041.093 ton Urea, 1.484.481 ton NPK, 264.864 ton SP-36, 415.820 ton ZA, dan 4.560 ton ZK.

Halaman:

Editor: editor3

Tags

Terkini

Penyakit PMK Sudah menyebar ke 21 Provinsi

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:04 WIB

IHSG Dibuka Melemah 0,50 % Pagi Ini

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:25 WIB

BI Jual US$ dengan Kurs Rp 15.034

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:19 WIB

Bank BNI Hari Ini Rayakan Ulangtahun ke-76

Selasa, 5 Juli 2022 | 03:46 WIB

Indonesia-China Tingkatkan Kerjasama Investasi

Senin, 4 Juli 2022 | 17:04 WIB
X