• Jumat, 27 Mei 2022

Industri Logistik dan Pariwisata Diyakini Terdongkrak Operasional Palapa Ring

- Senin, 14 Oktober 2019 | 13:29 WIB
Darmin Nasution
Darmin Nasution

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini operasional Proyek Palapa Ring Paket Timur Indonesia akan mendongkrak industri logistik dan pariwisata. Pasalnya, keberadaan proyek tersebut bisa membuat pertukaran data dan informasi yang selama ini menjadi tumpuan industri tersebut bisa menjadi kian cepat.

Darmin menjelaskan kedua industri ini menjadi yang paling diuntungkan oleh pembangunan Palapa Ring Paket Timur. Maklum saja, masalah pengiriman barang dan biaya perjalanan ke bagian Indonesia timur yang mahal, selama ini kerap menjadi masalah bagi industri.

Biaya tinggi tersebut terjadi karena akses internet untuk menopang kebutuhan informasi dan data bagi sektor tersebut cukup lambat.

"Dampaknya bukan hanya pariwisata, tapi juga logistik, karena pakai IT dia," ucap Darmin seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Senin (14/10/2019).

Sayangnya, Darmin belum memberi proyeksi seberapa besar dampak kehadiran Palapa Ring Paket Timur ke laju pertumbuhan kedua sektor tersebut.

Namun sebagai gambaran, pertumbuhan sektor industri logistik nasional sejatinya sudah cukup cemerlang dibandingkan sejumlah sektor industri lain. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri logistik yang tergambar di indikator usaha transportasi dan pergudangan tumbuh 0,24 persen secara tahunan pada kuartal II 2019.

Pertumbuhan itu hanya kalah dari usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 0,71 persen, pengolahan 0,74 persen, perdagangan besar dan eceran 0,61 persen, konstruksi 0,55 persen, serta informasi dan komunikasi 0,49 persen.

Sementara bila dibandingkan kuartal I 2019, pertumbuhannya mencapai 3,66 persen. Pertumbuhan itu masuk lima besar secara nasional.

Pertumbuhannya hanya kalah dari industri pertanian, kehutanan, dan perikanan 13,8 persen, jasa lainnya 4 persen, jasa pendidikan 39 persen, dan administrasi pemerintahan 3,76 persen.

Halaman:

Editor: editor3

Tags

Terkini

X