• Selasa, 4 Oktober 2022

Biodisel RI Dihambat Uni Eropa, RI Kirim Nota Keberatan ke WTO

- Jumat, 16 Agustus 2019 | 14:31 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

JAKARTA - Pemerintah telah melayangkan protes ke Uni Eropa. Hal itu menyusul pemberlakuan bea masuk sementara untuk biodiesel sebesar 8-18% yang berlaku Rabu (14/8/2019).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, protes itu dilayangkan hari ini.

"Kita menyampaikan surat keberatan, sudah disampaikan, harusnya hari ini, nota keberatan ke WTO," kata pria yang akrab disapa Enggar itu di Kompleks MPR/DPR Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Pemerintah menganggap, kebijakan itu tidak adil. Sehingga, protes dilayangkan.

"Iya (tidak adil). Kan ada batas waktu 15 hari untuk menyampaikan nota keberatan," ujarnya seperti dikutip detik.com.

Untuk diketahui, Uni Eropa mengenakan tarif karena menganggap pemerintah memberi subsidi besar-besaran pada eksportir. Maka itu, pemerintah melayangkan surat keberatan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan aksi balasan dengan mengajak importir memasok produk olahan susu selain Eropa.

"Nah baru sesudah itu (menyampaikan nota keberatan), ya saya juga sambil berjalan, saya sudah undang para importir dairy products, kemudian saya juga akan menyelenggarakan business matching dairy products yang sementara mereka pakai dari Uni Eropa, mengalihkan ke Amerika misalnya, ke negara-negara lain misalnya," jelas Enggar belum lama ini. 

Editor: editor3

Tags

Terkini

Freeport Tambah Investasi US$18,6 Miliar, Untuk Apa?

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Siang Ini 4 Oktober 2022, Rupiah Menguat Tipis

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Provinsi DIY Catat Inflasi Terendah Se-Pulau Jawa

Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:42 WIB

Pertamina RD Siap Tembus Pasar Eropa

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:38 WIB
X