• Selasa, 5 Juli 2022

Angka Kecelakaan Kerja di Indonesia Terus Meningkat

- Selasa, 15 Januari 2019 | 12:34 WIB
Kecelakaan Kerja
Kecelakaan Kerja

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mencatat adanya tren kenaikan angka kecelakaan kerja di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 
 
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri menyebutkan, sepanjang tahun 2018 lalu telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja, atau meningkat dibandingkan kasus kecelakaan kerja yang terjadi tahun 2017 sebesar 123 ribu kasus.
 
Untuk mencegah agar kasus kecelakaan kerja tidak marak terjadi pada tahun ini, Menaker kembali mengajak seluruh pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran pentingnya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta pengawasannya.
 
"Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," kata Hanif saat memberikan sambutan dalam Upacara Bulan K3 Nasional Tahun 2019, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/19).
 
Diakuinya, pemerintah sendiri tengah  bupaya menyempurnakan peraturan perundang-undangan serta standar di bidang K3.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Krishna Syarif membenarkan adanya tren kenaikan kasus kecelakaan kerja di Indonesia yang terjadi dalam tiga tahun terakhir.
 
BPJS Ketenagakerjaan sendiri sepanjang tahun 2018 telah membayarkan klaim kecelakaan kerja dengan nilai mencapai Rp 1,09 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2017 yang nilai klaimnya hanya Rp 971 miliar serta tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 792 miliar.
Menurut Krishna, BPJS Ketenagakerjaan sendiri selalu berpartisipasi aktif dalam mendukung kegiatan preventif tahunan guna menyadarkan para pekerja akan pentingnya prinsip K3 untuk dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari dengan banyak instrument keselamatan dalam bekerja.
 
Salah satu bentuk kepedulian#BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini adalah dengan menyerahkan secara simbolis bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada perusahaan peserta#BPJS Ketenagakerjaan pada sektor konstruksi yaitu PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya dengan total 450 paket APD yang terdiri dari sepatu boot, helm proyek, dan sarung tangan kerja.
 
APD tersebut berfungsi sebagai upaya preventif dalam menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia pada sektor konstruksi  guna memastikan aktifitas pekerjaan yang dilakukan pekerja sudah memenuhi standar keamanan.
 
“Bantuan yang kami berikan ini sebagai bentuk partisipasi kami dalam aspek promotif dan preventif dalam penekanan angka kecelakaan kerja serta peningkatan  pelayanan kepada para pekerja yang menjadi peserta#BPJS Ketenagakerjaan yang senantiasa kami lindungi dalam pekerjaannya sehari-hari,” kata Krishna.
 
Dia menjelaskan, program jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan perlindungan sejak pekerja berangkat dari rumah, saat bekerja, hingga kembali lagi ke rumah.  “Melalui peringatan Bulan K3 ini, kami ingin mengajak seluruh pekerja Indonesia agar senantiasa memperhatikan dan menggunakan APD di tempat kerja sesuai dengan bidang pekerjaannya. Bekerja sesuai standar  prosedur keamanan Dan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan tentunya dapat membuat rasa aman Dalam bekerja Dan produktifitas menjadi meningkat,’ pungkas Krishna. (RM)

Editor: editor3

Tags

Terkini

BI Jual US$ dengan Kurs Rp 15.034

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:19 WIB

Bank BNI Hari Ini Rayakan Ulangtahun ke-76

Selasa, 5 Juli 2022 | 03:46 WIB

Indonesia-China Tingkatkan Kerjasama Investasi

Senin, 4 Juli 2022 | 17:04 WIB
X